Aksi Tegang Sempat Warnai Dies Natalis Unnes Ke-53


Sempat terjadi ketegangan antara petugas keamanan dan mahasiswa saat mahasiswa akan melakukan aksi. [Doc.BP2M/Humam]


Semarang, linikampus.com- Penutupan Dies Natalis Unnes ke-53 diwarnai aksi ketegangan antara Aliansi Indonesia Bersuara (AIB) dengan petugas keamanan pada Kamis, 29 Maret 2018.

Mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Indonesia Bersuara (AIB) melakukan aksi penyambutan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Alih-alih aksi tersebut menuai kontroversi karena sempat terjadi penghadangan oleh satpam Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Penghadangan telah dilakukan bahkan ketika masih berada di Masjid Ulul Albab (MUA) sebagai titik kumpul. “Segala pintu masuk ke arah sini (Auditorium Unnes) diblokade oleh satpam sehingga kami ditahan selama dua jam, padahal kami sudah datang setengah jam sebelum Ketua MPR RI tiba di Unnes,” ujar Iqbal Alma selaku koordinator lapangan AIB.

Iqbal Alma menerangkan, sebelumnya mereka sudah janjian akan bertemu dengan Ketua MPR RI. Zulkifli Hasan sempat menunggu selama kurang lebih lima menit untuk bertemu mahasiswa. Adanya aksi penghadangan tersebut sempat memicu ketegangan. 

“Sebenarnya kita sudah tertib tidak ingin menganggu yang di dalam, kita ke sini karena ingin menyapa sekaligus memberi cindera mata kepada Ketua MPR RI setelah itu akan pergi, lalu apa maksud mereka menghadang aksi kami?” kata Iqbal Alma.

Dari pihak satpam menyayangkan kejadian tersebut. “Silakan melakukan aksi, tetapi alangkah baiknya perlu adanya koordinasi dengan pihak keamanan tentunya,” ujar Muhammad Zaenal Arifin, Satpam Unnes.

Selain pihak keamanan Unnes, turut hadir pihak kepolisian yang turut mengawal serangkaian acara Dies Natalis. Pihaknya juga mengharapkan adanya izin dari mahasiswa ketika ingin melakukan aksi. 

“Pihak kepolisian akan mendampingi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Pudjiono, Babin Kamtipus Semarang.

Pernyataan pihak kepolisian bertentangan dengan pernyataan salah seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi. “Jika bicara di ranah kampus setahu saya tidak adanya aturan baku mahasiswa melakukan perizinan dengan pihak kepolisian,” ujar Julio Belnanda Harianja.


“Dalam UUD 1945 sudah dijamin kebebasan berpedapat di muka umum, sehingga tidak perlu Izin,” pungkas Julio. [Indri, Fitria]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aksi Tegang Sempat Warnai Dies Natalis Unnes Ke-53"

Posting Komentar