Tidak Diwajibkan, Tidak Semua Mahasiswa Baru Unnes Ikuti Ibadah Bersama


Mahasiswa baru sedang berdoa usai salat subuh, BP2M/Khansa

Tidak adanya presensi membuat kegiatan ibadah bersama tidak diketahui secara pasti jumlah mahasiswa baru yang hadir.

Semarang, Linikampus.com - Berbeda dengan Program Pengenalan dan Akademik Kemahasiswaan (PPAK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun lalu, yang paling mencolok dari PPAK Unnes 2017 adalah diadakannya kegiatan ibadah bersama.

Hal ini terlepas dari paper mop yang biasanya menjadi kegiatan utama pada setiap acara orientasi mahasiswa baru di universitas.

Sabtu (19/8) pukul 04.00 WIB, acara mulai dilaksanakan. Acara pertama yaitu ibadah bersama. Untuk mahasiswa baru muslim melaksanakan salat subuh di Lapangan Prof. Dumadi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes. Sedangkan, untuk mahasiswa baru yang nonmuslim antara lain agama Kristen di Gedung F2 FIK, Katolik dan Budha di Gedung E11 lantai dua Fakultas Teknik (FT), sedangkan Hindu di Gedung Dekanat FT.

Konsep ibadah bersama datang dari BEM KM yang kemudian diajukan pada pihak pimpinan. Awalnya, pihak pimpinan mewajibkan mahasiswa baru untuk mengikuti ibadah bersama.

“Kegiatan ini bermaksud untuk penanaman karakter dari pancasila terutama sila pertama — Ketuhanan yang Maha Esa dan membentuk nilai-nilai gotong royong serta kerja sama. Tetapi dalam pelaksanaannya ibadah bersama ini ditetapkan tidak wajib bagi mahasiswa baru atas beberapa pertimbangan,” kata Septian Eko Prasetyo, Ketua Panitia PPAK 2017.

Pertimbangan pertama adalah keamanan. Mahasiswa baru yang tidak kos dan rumahnya jauh, dikhawatirkan keamanannya jika harus sampai Unnes pukul 04.00 WIB.

Kedua, adalah kesehatan mahasiswa baru yang dikhawatirkan tidak stabil karena belum adanya warung makan yang buka untuk membeli sarapan.

Karena sifatnya yang tidak wajib, mahasiswa baru terlihat datang di waktu yang tidak bersamaan. Ada mahasiswa baru yang sudah berada di lapangan saat matahari belum tampak, namun ada pula mahasiswa baru yang tiba ketika matahari sudah tampak.

Mahasiswa yang hadir mengikuti ibadah bersama pun tidak bisa dipastikan berapa jumlahnya, karena tidak adanya presensi kehadiran dari panitia.

Septian mengatakan, dalam acara ibadah bersama panitia memang tidak mewajibkan dan hanya menghimbau mahasiswa baru yang berada di sekitar Unnes untuk mengikuti ibadah bersama. Sehingga, tidak masalah jika mahasiswa baru tidak mengikuti ibadah bersama ini.

“Target dari pimpinan itu tidak semua, 30% sudah bisa hadir saja sudah bagus,” ujar Septian. [Sibad, Lala]

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Tidak Diwajibkan, Tidak Semua Mahasiswa Baru Unnes Ikuti Ibadah Bersama "