Serba-serbi Kontes Papika FBS


Suasana kontes Papika FBS di Kampung Budaya Unnes. [Doc.BP2M]
BP2M - Kain batik membalut tubuh peserta Putra-putri Kampus (Papika) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang, Rabu (08/09/2016). Puluhan mahasiswa tampak ramai memenuhi Kampung Budaya untuk  memberi semangat ke-12 finalis yang masuk dalam Grand Final Papika FBS 2016. Acara dibuka oleh Syahrul Syah Sinaga selaku wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Seni, kemudian suara merdu Martinda Intanmengalun membawakan lagu berjudul “Mahadaya Cinta” karya 3 Diva.

Suasana tegang tampak terlihat di wajah peserta saat mendapat giliran menjawab pertanyaan dari dewan juri seputar wawasan dan pengetahuan masing-masing peserta. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing termasuk mengenai wawasan yang dimiliki. Muhammad Arbi, salah seorang finalis Papika FBS menilai, setiap orang tidak bisa diperlakukan sama rata. “Orang yang memiliki wawasan luas adalah ia yang mampu memahami orang lain di sekelilingnya dengan cara yang berbeda,” kata Arbi.

Banyak mahasiswa yang mengapresiasi acara ini. Annisa Ul Afidah, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni berharap Papika yang terpilih pada malam ini tidak hanya sekadar pandai berteori, akan tetapi pandai mempraktikkan ucapannya. Fakultas Bahasa dan Seni membutuhkan seseorang yang peduli yang mampu membawa fakultasnya lebih maju dari sebelumnya.

Pada malam itu juga ditentukan tiga pasangan terbaik oleh dewan juri. Dua di antaranya akan mewakili Fakultas Bahasa dan Seni di ajang Papika Unnes 2016. [Tri, Aji, Fatim]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Serba-serbi Kontes Papika FBS"

Posting Komentar