Mahasiswa Baru dan Kesibukannya



Oleh : Dion Ardiana Putra

Pada ajaran tahun 2016/2017 Unnes menerima lebih kurang 6.200 mahasiswa baru. Sebagai mahasiswa baru tentu hal pertama yang harus dilakukan adalah dapat beradaptasi dengan kondisi dan situasi di Unnes. Selain harus dapat segera beradaptasi dengan lingkungan sekitar, mahasiswa baru semestinya dapat mengatasi berbagai kesibukan dan permasalahan yang siap menghadang di depan.

Keuangan harus diatur seirit mungkin agar tidak boros. Tanpa disadari, masalah keuangan bagi mahasiswa baru pada awalnya memang belum terlalu membebani, namun makin lama beban keuangan bagi mahasiswa baru akan semakin terasa. Kebutuhan untuk membeli buku, membayar percetakan untuk tugas kuliah, membayar biaya hidup sehari-hari sangatlah besar, bahkan dapat menguras habis uang di dompet. Pengelolaan keuangan juga salah satu hal yang perlu diperhatikan mahasiswa.

Berinteraksi dengan teman satu kos juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa baru karena teman satu kos itulah yang akan menjadi keluarga sekaligus teman untuk beberapa tahun ke depan. Namun, kewaspadaan kita terhadap terhadap teman satu kos yang baru dikenal juga jangan dianggap remeh. Meskipun dari awal sifat dan sikap orang itu sangatlah baik, namun harus tetap waspada. Banyak sekali kejadian buruk sering menimpa mahasiswa baru di Unnes, misalnya saja kehilangan laptop, uang, ponsel, bahkan kehilangan sepeda motor. Momen tahun ajaran baru biasanya dimanfaatkan oleh para  penjahat untuk melancarkan aksinya karena mahasiswa baru belum terlalalu mengenal lingkungan sekitar dan belum pahamteman satu kosnya sehingga mudah sekali tertipu.  Kewaspadaan harus tetap dilakukan, baik saat sedang di kos, kampus, maupun tempat makan.

Hal lainnya yang sering dihadapi oleh sebagian besarmahasiswa baru bahkan adalah mengenai keinginan pulang ke rumah atau biasanya disebut homesick. Jauh dari orang tua dan harus mengurus segala keperluan sendiri, serta belumterbiasa menghadapi keadaan seperti itu menyebabkanmahasiswa ingin kembali pulang ke rumah. Bahkan bisa jadi mahasiswa bisa dilanda “depresi” karena keinginan untuk pulang tertunda akibat banyaknya kegiatan yang harus dijalani di kampus. Masalah sepele seperti ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi belajar mahasiswa. Hal yang harus dilakukan untuk meminimalisasi atau mengurangi dampak  keinginan untuk pulang adalah menyibukkan diri dengan cara yang positif. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus, dengan demikiankeinginan untuk pulang bisa terlupakan karena saking sibukknya. Kegiatan organisasi kampus ampuh mengurangi keinginan mahasiswa baru untuk pulang, sebab biasanya kegiatan organisasi tidak hanya dilakukan didalam kampus, juga bisa di luar kampus.

Hal lain yang akan menjadi tantangan bagi mahasiswa baru Unnes adalah menghadapi tugas yang diberikan dosen. Bagi mahasiswa baru yang belum tahu mekanisme pembelajaran di kampus, tugas awal dari dosen yang harus dikerjakan di rumah dan diberi waktu yang cukup lama, katakanlah dikumpulkan pada minggu ke-delapan, dianggap tugas yang sangat ringan. Namun, perlu diperhatikan, bahwa akan banyak sekali tugas-tugas lain yang akan diberikan dosen, baik itu tugas idividu maupun kelompok serta belum lagi ditambah banyaknya kegiatan lain yang akan dilaksanakan yang akan menganggu waktu pengerjaan tugas tersebut. Oleh sebab itu, bagi janganlah terpengaruh dengan lamanya jeda waktu pengumpulan tugas, namun harus segera menyelesaikan tugas yang diberikan secepatnya agar tidak keteteran dengan tugas-tugas yang lainnya.

Disamping itu, hal yang perlu diperhatikan lagi adalah mengenai plagiarisme. Tugas-tugas yang memerlukan bahan referensi kerap menyebabkan mahasiswa memilih mencarinya di internet daripada di buku. Mudahnya pencarian lewat internet dan minimnya buku yang ada diperpustakaan menjadikan internet sebagai jalan keluar yang mudah. Namun, dengan kecanggihan ini, sering mahasiswa baik disengaja maupun tidak copy paste tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya. Padahal menjiplak tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumbernya termasuk suatu kejahatan. Bukan hanya itu, namun plagiarisme dapat membuat mahasiswa malas dalam belajar. Maka dari itu, mahasiswa baru hendaknya menghindari plagiarisme dan memperoleh ilmu dengan cara yang benar. Mahasiswa baru  harus dapat menunjukan sikap yang positif yang mampu dicontoh oleh orang lain di sekitarnya.



*Prodi Ilmu Politik Angkatan 2013

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Mahasiswa Baru dan Kesibukannya"

  1. Banyak tulisan yang typo, tolong supaya penulis lebih memperhatikan lagi, selain itu kedalaman tulisan masih kurang memuaskan. Mohon penulis bisa perbaiki hal ini supaya lebih baik ke depan

    BalasHapus