Mahasiswa Amat Menyayangkan Hal Ini


Mahasiswa mengikuti kegiatan PPAK. [Doc.BP2M]

BP2M - Penutupan acara Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) 2016 awalnya direncanakan bagi para mahasiswa baru untuk menulis satu mimpinya di atas tampah menggunakan spidol. Kemudian tampah berisi mimpi itu akan diberikan kepada teman yang dipercaya untuk menjaga dan mengingatkan mimpinya. Acara ini juga sebagai evaluasi dari acara tahun lalu dimana kertas yang digunakan oleh mahasiswa baru dalam paper mob berserakan dimana-mana. Untuk itu, panitia berinisiatif mencari cara agar tidak terjadi hal serupa sehingga tercetuslah ide demikian.

Namun, dalam pelaksanaannya urung dilaksanakan. Salah satu mahasiswa baru dari Fakultas Ekonomi, Zahrotus Sholikhah memberikan tanggapannya terhadap pembatalan acara tukar tampah. “Tidak ada acara tukar tampah beserta menulis cita-cita. Padahal sudah mempersiapkan perlengkapan spidol,” komentar Zahrotus Solikhah, (18/8).

Urung dilaksanakannya acara tukar tampah dikarenakan efisiensi waktu, mengingat tidak sedikit peserta PPAK yang tumbang. Sebenarnya tidak hanya acara tukar tampah yang urung dilaksanakan. Sesi acara deklarasi dari ketua BEM se-Unnes juga dibatalkan.

“Urung dilaksanakannya acara tersebut karena peserta sudah tidak bisa dikondisikan. Demi kesehatan dan kenyamanan semua pihak, acara pembacaan deklarasi dan tukar tampah ditiadakan,tutur Ahmad Abdun Salam.

Meski demikian, panitia akan tetap memberi intruksi lewat sosial medianya agar peserta menuliskan satu mimpinya di atas tampah. Tujuannya tidak hanya sekadar menjadi kenangan, namun juga sebagai pengingat akan mimpi yang ingin diraih, sehingga lebih semangat dalam berjuang. [Wifqul]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Amat Menyayangkan Hal Ini"

Posting Komentar