UPC Kembali Bahas Isu Praktik Psikologi



Saat ini banyak profesi yang bukan ahli dalam bidang psikolog, melakukan tugas-tugas yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh seorang psikolog.  Dalam khazanah peraturan dan perundangan di Indonesia dirasa kurang mencangkup profesi psikolog yang lebih luas.

Kegelisahan inilah yang mendorong Himpunan Mahasiswa Psikologi Unnes untuk membahas RUU Praktik Psikolog dalam kegiatan Unnes Psychology Club 2016 di Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes (28/5). Sebab, undang–undang dirasa sangat penting bagi keberlangsungan para lulusan Psikologi dalam dunia kerja nantinya. Adanya Undang-undang tersebut bertujuan mengatur mengenai praktik Psikologi supaya ada batasan yang jelas antara ranah lulusan Psikologi dengan bidang–bidang lainnya.

UPC 2016 yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Psikologi dari Jawa Tengah dan DIY, serta perwakilan ILMPI wilayah III, ILMPI wilayah IV dan ILMPI Nasional menghasilkan beberapa kesepakatan aksi. Kesepakatan yang telah  disetujui oleh masing-masing perwakilan delegasi di antaranya peserta UPC harus mensosialisasikan isu – isu mengenai RUU Praktik Psikologi kepada mahasiswa Psikologi dan masyarakat luas,  mengadvokasikan perihal naskah RUU praktik Psikologi kepada pengurus HIMPSI yang ada di universitas masing – masing, serta menindaklanjuti hasil kesepakatan aksi ini.


“Adanya kegiatan UPC ini diharapkan membentuk relasi yang baik antarmahasiswa Psikologi dan memberikan pencerahan bagi mahasiswa Psikologi yang belum sepenuhnya memahami adanya isu-isu tentang RUU praktik Psikologi yang sebenarnya telah hangat diperbincangkan sejak beberapa tahun yang lalu,” tutur Hawin Mudya Rachmanu. [Elisa Rahmayanti]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UPC Kembali Bahas Isu Praktik Psikologi"

Posting Komentar