SPI Dibatalkan, Tetap Ada Konsekuensi



Pembatalan Penerapan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) resmi diputuskan pada audiensi sore ini, Senin (30/5) di Gedung Rektorat lantai empat. Putusan dibacakan secara langsung oleh Rektor Unnes di depan seluruh Lembaga Kemahasiswaan Unnes.

Dalam Surat edaran rektor nomor UN37/DT/2016  yang diterima oleh redaksi, pihak rektorat memutuskan bahwa tidak memberlakukan penerapan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI)/Biaya Peningkatan Mutu dan Prestasi Kemahasiswaan (BPMPK) pada penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri tahun 2016. Sebagai konsekuensi atas pertimbangan tersebut, Unnes melakukan revisi anggaran bidang kemahasiswaan maupun bidang lainnya dan melakukan penataan pembayaran dan mekanisme banding uang kuliah tunggal (UKT).

Pertimbangan dari putusan rektor tersebut adalah adanya hasil pertemuan/dialog pimpinan Universitas Negeri Semarang dengan Presiden Mahasiswa dan perwakilan Lembaga Kemahasiwaan Unnes pada hari selasa 24 Mei 2016. Selain mempertimbangkan latar belakang adanya surat edaran tersebut adalah aspirasi mahasiswa Unnes dan hasil rapat pimpinan dan Senat universitas, Senin (30/5) terkait Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).

Pembacaan putusan juga bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara pihak LK Unnes yang diwakili Presiden Mahasiswa dan pihak lembaga kemahasiswaan Unnes oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes. Isi Nota Kesepakatan tersebut di antaranya: 
1. Presiden Mahasiswa Unnes untuk tidak lagi melakukan aksi demonstrasi di dalam kampus Unnes.
2. Aksi demonstrasi menjadi tanggung jawab sepenuhnya Presiden Mahasiswa.
3. Apabila mahasiswa masih melakukan aksi demonstrasi presiden mahasiswa diberhentikan dari jabatannya dan selebihnya menjadi tanggungjawab pribadi yang mengikat administrasi dan hukum.
4. Melibatkan unsur mahasiswa dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan yang berkaitan kesejahteraan mahasiswa.

Adanya pembatalan SPI, maka belum ada kepastian pemberian beasiswa PPA tahun ini. “Anggaran dana beasiswa PPA bersumber dari universitas. Akan tetapi, persolannya adalah tahun ini tidak ada anggaran dari pemerintah untuk universitas," ungkap Akhmad Fauzi, Presiden Mahasiswa Unnes.

Lebih lanjut, Akhmad Fauzi mengatakan bahwa Unnes berusaha memberikan beasiswa melalui uang dari masyarakat lewat SPI. Masyarakat ditarik 10 hingga 11 juta yang diperuntukkan salah satunya beasiswa untuk aktivis seperti PPA. [Zur’atul, Yunita]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SPI Dibatalkan, Tetap Ada Konsekuensi"

Posting Komentar