Puncak Kekecewaan Mahasiswa


Aliansi Mahasiswa Unnes menyuarakan Tolak SPI di lapangan Rektorat Unnes. [Doc.BP2M]
Kebijakan menerapkan SPI di Unnes disikapi oleh mahasiswa dengan berbagai tindakan, salah satunya melakukan aksi. Aksi Menolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang berlangsung hari ini (26/5) di lapangan Rektorat Unnes dilakukan ribuan mahasiswa Unnes.

BP2M - SPI dirasa memberatkan mahasiswa Unnes khususnya yang berasal dari jalur masuk Ujian Mandiri walaupun sistemnya suka rela. “Kita tidak semata-mata menyoroti soal nominal, namun kebijakan yang diputuskan secara tanpa memperhatikan aspirasi mahasiswa,” tuturAkhmad Fauzi, Presiden BEM-KM Unnes (25/5).

Sebelumnya, pada Selasa malam (24/5) telah dilakukan audiensi membahas kebijakan SPI. Dalam audiensi yang dihadiri oleh Rektor Unnes, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan disepakati  bahwa pembahasan SPI belum final. Keputusan tersebut menjadi harapan bagi mahasiswa untuk mempertimbangkan kembali kebijakan penerapan Sumbangan Pendidikan Institusi (SPI).

Namun, harapan itu lantas pupus.  Keputusan yang belum final itu dipublikasikan di website bahwa Unnes telah memutuskan penerapan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dengan sebutan lain yaitu Biaya Peningkatan Mutu dan Prestasi Kemahasiswaan (BPMPK).

“Dalam audiensi tersebut disepakat menolak adanya SPI, dalam arti tidak ada pungutan lain terhadap mahasiswa. Akan tetapi, pihak universitas tidak melarang orang tua yang berkenan menyumbang. Kalimat ‘jangan dilarang’ ini diganti dengan kebijakan baru penggantian nama SPI menjadi BPMPK,” papar Fauzi.

Puncak kekecewaan mahasiswa ini diluapkan dengan menyuarakan aksi penolakan adanya SPI atau BPMK maupun pungutan lain yang rencananya akan ditarik untuk mahasiswa baru yang masuk melalui jalur Ujian Mandiri (UM). [Yunita, Jazidi]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puncak Kekecewaan Mahasiswa"

Posting Komentar