Calon Mahasiswa Unnes Orasi Tolak SPI



Lutfiana Lailatunnisa, calon mahasiswa FE Berani Berorasi [Doc.BP2M/Dian]


 

“Oleh karena itu saya datang kemari, untuk meminta kejelasan yang pasti," ujar Lutfiana, calon mahasiswa Fakultas Ekonomi Unnes.



BP2M - Lutfiana Lailatunnisa, calon mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, jalur SNMPTN berani berorasi di atas panggung mengikuti aksi tolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Aksi dilakukan di Lapangan Rektorat Unnes, Kamis (26/5).


Lutfiana merupakan lulusan SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Dalam orasinya, ia  mengaku keberatan atas munculnya nominal angka UKT golongan VI yakni sebesar 5,8 juta rupiah. Ia merasa keberatan karena nominal itu tidak sesuai dengan gaji orang tuanya yang bekerja sebagai buruh pabrik dengan perolehan gaji kotor 1,9 juta setiap bulan.

“Saya turut sedih mendengar akan diterapkannya sistem SPI di Unnes, disaat saya belum selesai memperjuangkan nominal UKT supaya turun,” ungkap Lutfiana.


Lutfiana mengharapkan Unnes dapat meringankan beban biaya pendidikannya, karena orang tuanya telah mempertimbangkan matang untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Orang tua saya hanya mampu membayar sekitar 1,2 juta saja. Semoga perjuangan ini dapat membuahkan hasil,” jelasnya.


Langkah yang akan ia tempuh selanjutnya yakni mencari informasi untuk banding UKT supaya tetap bisa kuliah di Unnes,  universitas impiannya dari dulu. Di akhir wawancara ia menuturkan bisa  mengikuti aksi siang ini karena ada mahasiswa Unnes yang ia kenal, mengajaknya melakukan aksi sekaligus menyuarakan keberatannya ke pihak rektorat. 


Tanggapan Wakil Rektor Bidang II


Menanggapi hal tersebut, Martono bertutur masih membuka peluang bagi calon mahasiswa yang akan melakukan banding. Dan konsep banding adalah by sistem. Jika ada calon mahasiswa yang masih keberatan atas UKT nya maka silakan  banding.

“Calon penerima banding UKT akan disurvey kembali,” ujarnya.

Selain itu, terangkum ikhtisar mengapa muncul SPI bagi mahasiswa UM, dalam pressrelease yang disampaikan Martono, yakni sebagai berikut,


BOPTN Menurun

Adanya penurunan anggaran yang diterima Kemenristekdikti, yakni pengurangan sejumlah 5,7 triliun pada 2016, dari 37 triliun dana yang direncakan. Informasi dari Hendi Pratama Kepala UPT Humas Unnes, dana tersebut berkurang karena akan digunakan untuk insfrasruktur sejumlah daerah di Indonesi.

Hal ini berimplikasi pada penurunan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang dikucurkan kementerian kepada perguruan tinggi negeri. Berdasarkan jumlah mahasiswa, BOPTN Unnes mestinya 38 miliar, tetapi hanya disetujui 34 miliar. Jika dikalkulasi prediksi, total defisit penerimaan Unnes tahun 2016 adalah Rp 14,5 miliar.

Dampak bagi Kegiatan Civitas


Adapun dampak dari berkurangnya anggaran BOPTN, yakni pertama, pengurangan kegiatan mahasiswa, pemeliharaan, dan penelitian. Padahal tiga jenis kegiatan ini sangat penting dan tidak mungkin dihapuskan. Kedua, menurunnya dana Bidik misi dari 1.982 bidikmisi menjadi 602 bidikmisi di tahun 2016. Ketiga, pengurangan perjalanan dinas, pengurangan honor, dan pengurangan acara seremonial (Sejak 2016, rektor melarang dies natalis fakultas. dies hanya di universitas). Hal ini patut menjadi kontrol bagi mahasiswa aksi.


Unnes Tidak Diam

Upaya Unnes menghemat anggaran yakni dengan meningkatkan penerimaan melalui mekanisme kerja sama dan pemanfaatan aset dengan mekanisme bisnis, membuka keran partisipasi masyarakat yang ingin membantu penyelenggaraan pendidikan dan membuka kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi melalui mekanisme-mekanisme lain seperti hibah dan lainnya.


Karena Amanah, Unnes masih Berani Berjanji 

Meski defisit, Unnes berjanji untuk memberikan dana bantuan pendidikan, berdasar pada pasal 74 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Unnes akan menambah jumlah penerima beasiswa PPA yang bersumber dari dana universitas. Pada tahun 2015 jumlah beasiswa PPA adalah 200 orang, akan ditambah menjadi 400 orang. Untuk memberikan beasiswa kepada 400 orang dengan masing-masing biaya Rp3,6 juta per tahun Unnes memerlukan dana Rp1,44 miliar. Unnes harus menyediakan setidaknya 1.252 paket beasiswa (?).


Yang Tidak Banyak Diketahui

       SPI bersifat sukarela. Dalam formulir isian, tersedia pilihan kategori 1 yaitu sumbangan pengembangan institusi sebesar Rp0 (nol rupiah) bagi orang tua calon mahasiswa baru jalur mandiri yang memang tidak mampu. SPI adalah mekanisme yang memungkinkan terjadinya subsidi silang antara calon mahasiswa dari keluarga mampu dengan mahasiswa dari keluarga tidak mampu.


      Dalam pressrelease menyebutkan kondisi semacam ini tidak hanya terjadi di Unnes, melainkan juga di perguruan tinggi lain. Sebab, pangkal persoalannya bukan terletak di universitas, melainkan terletak pada menurunnya anggaran Kemristekdikti pada APBN 2016. Adapun kebijakan anggaran untuk kementerian dan lembaga negara merupakan kewenangan presiden dan DPR. 


“Jika Jumat tidak ada hasil dari pengajuan ke Pusat, maka Unnes akan melakukan revisi anggaran ulang,” pungkasnya. [Eva]


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Calon Mahasiswa Unnes Orasi Tolak SPI"

Posting Komentar