IYPI Kritisi Komersialisasi Pendidikan



Mengomersilkan pendidikan dengan menempatkan pendidikan sebagai suatu sektor yang diperdagangkan bukan hal baru di negeri ini.

BP2M - Fenomena komersialiasasi pendidikan memunculkan ide bagi Indonesia Youth Political Institute (IYPI), suatu organisasi yang bergerak di ranah pemuda dan politik untuk mengangkat tema tersebut dalam diskusi bertajuk “Ngobrol Pintar Bareng Kawula Muda (Ngopi Bareng Kamu). Atmosfer diskusi yang tercipta Jumat malam (1/4) itu cukup santai, tetapi tidak meninggalkan esensi diskusi. 

            Turut hadir Akhmad Fauzi, Presiden Mahasiswa BEM KM Unnes pada diskusi yang diadakan bertempat di Dje Gank Cafe. Dia mengatakan, pendidikan kini dianggap sebagai suatu komoditas bisnis. “Pendidikan merupakan cermin semangat keadilan sosial. Namun, pendidikan saat ini seperti dunia bisnis yang mengalkulasikan untung rugi,” kata Akhmad Fauzi.

            Sedangkan salah seorang perwakilan dari organisasi Gerakan Mahasiswa Pembebasan berpandangan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab negara mencetak manusia berkualitas unggul di masa depan. Akan tetapi, kini terjadi pergeseran fungsi yaitu manusia dicetak sebagai pekerja dan dikelola dengan model perusahaan. “Pendidikan digratiskan karena negara berkewajiban mengurus umat. Jika pendidikan dikomersialkan, lantas apa fungsi negara?” tandasnya.

      Ivana, Presiden IYPI mengatakan, diskusi tersebut bertujuan mencerdaskan dan memberikan pencerahan berkait pendidikan saat ini yang dihadiri pula oleh berbagai organisasi di antaranya BEM KM Undip, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Undip, Kammi Undip, Gerakan Mahasiswa Pembebasan, BEM FH Undip, BEM Fisip undip, dan peserta lainnya. [Teguh]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "IYPI Kritisi Komersialisasi Pendidikan"

Posting Komentar