Selamat Jalan Kyai Masrochan Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja Banaran Unnes


Warga Banaran-Sekaran dan santri yang mengantar Kiai Masrochan untuk terakhir kalinya. Pengasuh Ponpes Durrotu Ahlissunnah Waljama'ah Banaran Gunungpati Semarang itu meninggal Kamis sore (10/3) di RS Roemani. Jenazahnya dimakamkan  hari ini.

Ribuan santri mengiringi proses pemamakaman, mereka berebut keranda dan sepanjang perjalanan, mereka melantunkan salawat.

Mereka berbondong-bondong di sepanjang jalan Kalimasada Banaran sampai lokasi pemakaman di Sekaran pada Jumat (11/3) pagi ini.

Bukan Hanya Santri
ILUSTRASI

Bukan hanya santri aktif yang kebetulan kini bermukim di pondok, para alumni yang datang dari berbagai kota untuk mengantar kepergiannya.

Santri-santri yang kebanyakan mahasiswa unnes dan masyarakat sekitar yang mengiringi pemakaman Kyai Masyrokhan.

Beliau mendirikan Pesantren Durrotu Aswaja di Banaran, sebuah kampung kecil yang kemudian semarak oleh kehadiran Universitas Negeri Semarang.

Salah satu penziarah mengatakan ia teringat beliau pernah dhawuh bahwasanya ketika beliau datang ke Banaran untuk syi'ar Islam mendirikan pesantren, istilahnya beliau tidak punya apa-apa, bermodalkan kepasrahan kepada Allah Swt.

Dan kini dakwah beliau terwujud dengan berdirinya pesantren dengan ratusan santri yang didominasi oleh mahasiswa Unnes.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu waj'alil jannata.

Pengirim Mohammad Zen

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selamat Jalan Kyai Masrochan Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja Banaran Unnes"

Posting Komentar