Kesabaran Menikmati Kopi



“Kita tidak bisa menyamakan kopi dengan air tebu. Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” 
― Dewi 'Dee' Lestari, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade.

Mengulas kasus yang sedang menjadi perhatian di televisi sekarang; Jesica yang dicurigai memberikan ‘sesuatu’ di dalam kopi temannya, Wayan Mirna di dalam kopi Vietnam-nya cukup menggemparkan dan membikin penasaran apa itu kopi Vietnam.

Pengunjung coffeshopyang awam pada umumnya sering memesan milk bland, squash, atau original chocolate. Padahal Istilah coffeshopidentik dengan manual brewing, yakni meracik biji kopi hingga menjadi minuman melalui berbagai prosedur, sampai dihasilkan sebuah minuman kopi yang nikmat untuk diseduh. Manual brewing biasanya dilakukan oleh barista.

Manual Brewing ini tergolong teknik yang cukup rumit. Penggunaannya memberikan sensasi lain dalam menikmati kopi, selain menyajikan kopi dengan cara membuka kemasan, menuangkannya dalam gelas lalu diseduh dengan air panas saja.

Kembali ke kopi Vietnam yang dipesan Mirna, pada umumnya kopi tersebut lebih diminati kaum adam dari pada kaum hawa karena rasanya cukup kuat di lidah. Namun, bagi penikmat kopi sesungguhnya sensasi itulah yang dicari. Memberikan sensasi baru dan mengasah rasa di lidah supaya lebih peka terhadap rasa.

“Kopi Vietnam ini jarang di pesan oleh pengunjung caffe ini, biasanya pelanggan memesan milk blend atau menu-menu biasa. Yang memesan kopi dengan manual brewing biasanya para barista atau kebanyakan laki-laki,” ujar Bahar, barista sekaligus pemilik Caffe Binggos.

Namun, sebenarnya kopi Vietnam dapat dinikmati oleh kaum hawa. Kuat rasa yang dihasilkan dari kopi dapat dicampur dengan susu untuk mengurangi kekuatan kopi. Mengapa kopi tersebut dapat dinamakan kopi Vietnam? Jawabannya karena kopi Vietnam dicipta dengan alat yang bernama Vietnam Drip. Drip adalah teknik tetesan yang identik dengan saringan pada alat-alat dengan metode drip itu sendiri.

Biji kopi yang ditakar seberat 12 gram, kemudian di-grinder atau dihaluskan dengan alat grinder size dengan kekuatan medium. Masukan kopi yang sudah dihaluskan ke dalam Vietnam Drip, dan kemudian disusul dengan menuangkan air panas sebanyak 200 ml. Crema akan nampak pada detik ke-30 dan ekstrasi air kopi baru akan nampak dalam gelas melalui alat penyaring selama lima menit. Menggunakan teknik tetesan ini lebih membutuhkan kesabaran karena menunggu tetesan air kopi tersebut habis, dari pada teknik seperti pluger, compresso, atau V-60 yang cenderung di-press atau ditekan. Kuatnya rasa kopi dapat diminimalisasi dengan gula jawa/aren atau gula pasir.

Tidak sampai itu, cara menikmati untuk mengapresiasi rasa pahit kopi pun cukup unik, yakni dengan menyesapnya dengan sendok teh melalui gigi. Jika hal ini tidak dilakukan, juga  dapat memengaruhi rasa kopi. Menikmati dengan cara biasa, rasa pahitnya cenderung kurang tajam ketimbang cara unik ini, yang akan langsung jatuh pada bagian lidah pangkal, yang langsung menemu rasa pahitnya. Rasa pahit yang benar-benar kopi.

Bagi yang belum tahu sejarahnya, kopi merupakan budaya orang barat yang menyesuaikan musimnya, biasanya saat musim dingin. Kecenderungan orang Perancis misalnya, kopi Capucino menjadi hidangan yang wajib dinikmati pada pagi hari, dalam bentuk minuman ataupun dalam bentuk hidangan.

Jika pelanggan tidak ingin menyesal, cobalah memesan kopi dengan manual brewing di Caffe Binggos. Variasi alat yang ada di Caffe ini cukup komplit, dan bebas dipilih oleh para pelanggan yang bertujuan menikmati kopi dengan nuansa yang berbeda.

Kopi adalah kopi itu sendiri. Rasa kopi akan ditemukan oleh pecinta kopi. Karena kopi bukan minuman biasa, kopi memiliki filosofi. Banyak cara yang dapat disajikan untuk menyajikannya. Banyak variasi yang semestinya dicoba. Karena kopi adalah seni, yang dapat dikembangkan dan diapresiasi.


Eva Rafiqoh

Mahasiswa PBSI 2013. Penikmat kopi dan puisi



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kesabaran Menikmati Kopi"

Posting Komentar