Menyingkap Karen, Perjalanan Menyatukan 17 Kepribadian



Isi surat itu menghentak Richard Baer. Seorang psikiater yang baru saja sadar bahwa pasien bernama Karen Overhill yang selama ini ditanganinya menderita gangguan psikologi Multiple Personality Disorder (MPD) atau kepribadian ganda.

“Dokter Baer yang baik. Namaku Claire. Aku berumur 7 tahun. Aku hidup di dalam tubuh Karen. Aku dengan kamu terus. Aku ingin berbicara denganmu, tapi tidak tahu caranya. Aku suka bermain dengan James dan Sara. Aku juga bisa menyanyi. Aku tidak mau mati. Maukah kamu mengikatkan tali sepatuku.”

Awalnya Karen datang ke Dr. Baer dengan keluhan depresi. Namun seiring waktu terungkap bahwa penyakit yang diderita Karen adalah sindrom kepribadian majemuk. Kepribadian majemuk Karen berjumlah 17 kepribadian. Karen telah mengalami kemajemukan kepribadian sejak berumur 8 tahun.

Richard Baer mencatat 17 kepribadian dalam diri Karen yakni, Claire, Karl (laki-laki), Juliann, Ann, Katherine, Miles (laki-laki), Thea, Jensen (laki-laki), Sidney, Holdon (laki-laki), Karen Boo, Sandy, Karen 1, Karen 2, dan Karen 3. Pribadi-pribadi tersebut memiliki karakter dan sifat yang berbeda, usia, profesi, bahkan sejarah yang berbeda. Para kepribadian masing-masing berbicara dengan Dr. Baer melalui konsultasi dan surat yang dikirimkan kepada Dr. Baer.

Setelah banyak menampakkan kepribadian-kepribadian yang beragam dan menjalani proses konseling yang intens, Dr. Bear berhasil menyingkap penyebab-penyebab kepribadian ganda Karen. Karen sedari kecil sudah menderita kekerasan yang dilakukan oleh Ayahnya. Ayahnya yang seorang veteran perang melakukan tindakan yang kasar, pelecehan seksual, memukul dan mengurungnya.

Konsultasi yang berjalan selama 18 tahun ini akhirnya berhasil menyembuhkan Karen. Dengan menggunakan metode terapi hipnotis, Baer berhasil menyatukan pribadi-pribadi majemuk dalam diri Karen. Baer lalu menuliskan perjalanannya membantu Karen ini kedalam sebuah buku. Ini adalah kali pertama, karya yang mengangkat kepribadian ganda ditulis oleh psikiater yang secara langsung menangani kasus kliennya.

Walau banyak novel yang serupa seperti 24 Wajah Billy karya Daniel Keyes atau Sybil karya Folra Rheta Schreider. Novel ini jauh lebih hidup bukan hanya masalah psikologis kronis berupa kepribadian majemuk yang diangkat. Namun karya Baer ini mampu menghadirkan sensasi nyata karena keterlibatan secara langsung dengan kejadian yang ia alami.

Selain itu, dari berbagai persoalan psikologi yang menghinggapi manusia, faktor pendidikan dalam keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh. Buku ini sekaligus pula mengingatkan bahwa apa yang diperlakukan orang tua dalam mendidik anak bisa menumbuhkan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan. Ya, buku ini layak dikonsumsi bukan saja oleh calon psikolog, namun juga calon orang tua.

“Orang pintar,” kata tuan bijak, “belajar dari kesalahan sendiri, sedang orang bijak belajar dari kesalahan orang lain.”

Melalui buku ini, kita bisa mengenali bagaimana penyimpangan psikologi terjadi, dampaknya, dan bagaimana cara mencegahnya. Ilmiah, riil, dan inspirasi.


Muh Irkham Abs
Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 2012



Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Menyingkap Karen, Perjalanan Menyatukan 17 Kepribadian"

  1. Buku "Menyingkap Karen" ini bagus.. tapi gak bisa didownload :(

    BalasHapus