Slamet Widodo : Disabilitas bukan Batas


Kekuranganku bukan menjadi keterbatasanku melainkan kelebihanku.

Itulah prinsip yang selalu dipegang erat oleh Slamet Widodo. Mahasiswa prodi Ilmu Keolahragaan
ini adalah difabel pertama yang masuk Fakultas Ilmu Keolahragaan di Unnes. Di tengah keterbatasannya, Slamet mampu menunjukan diri sebagai atlet yang telah meraih prestasi dari berbagai macam cabang olahraga Atletik.

Dalam menjalani kehidupan sosial, Slamet kerap mendengar olokan dari orang-orang, tetapi ia memilih tetap percaya diri dengan terus menunjukkan bahwa dirinya mampu berprestasi. Kerja keras Slamet yang merupakan anak tunggal dari pasangan Sutiman dan Sulasmi ini tidak dapat lepas dari peran kedua orang tuanya, terbukti dari dukungan yang senantiasa diberikan oleh kedua orang tua dan Jojon pelatihnya untuk mengenyam pendidikan di bidang keolahragaan dan mengikuti berbagai lomba kejuaraan atletik. Slamet seakan tidak percaya ketika dirinya dinyatakan lolos seleksi ujian masuk Perguruan Tinggi menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes.

Faktor ekonomi dari keluarga menjadi salah satu kendala bagi Slamet. Beruntung Slamet bertemu dengan seorang pelatih yang akrab disapa Om Jojon yang sepenuh hati melatih Slamet hingga mampu membuktikan diri menjadi salah satu atlet terbaik yang dimiliki kabupaten Semarang dan Indonesia.

Sepak bola adalah salah satu olahraga yang digemari Slamet. Dirinya pernah mencoba mengikuti seleksi SSB (Sekolah Sepak Bola) namun belum berhasil, tetapi Slamet tidak patah semangat. Karir Slamet dalam bidang olahraga dimulai ketika kelas 2 SMP. Saat itu Slamet ditunjuk untuk mewakili sekolahnya mengikuti lomba lari pada tahun 2007 dan berhasil menyabet juara pertama. Sejak saat itulah kecintaannya pada olahraga atletik membuatnya menorehkan berbagai prestasi yang berlanjut hingga kini.

Beberapa prestasi yang pernah diraih Slamet dalam pertandingan olahraga yakni Juara 1 Lari 100 meter POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) Kabupaten 2007, Juara 3 Lari 100 meter POPDA Jawa Tengah 2009, Juara 1 Lari 100 Meter Popcanas (Pekan Olahraga Pelajar Cacat Nasional) 2009, Juara 1 Lari 100 Meter Porcaprov (Pekan Olahraga Cacat Provinsi) 2009, Juara 3 Triple Jump Asean Paragames atau Pesta Olahraga Difabel Asia Tenggara 2011, Juara 2 Lompat Jungkit Porcanas 2012, dan Juara 1 Lompat Jauh Porcaprov 2013.

Mahasiswa yang menjadi salah satu dari 50 inspirator muda Unnes 2015 ini memiliki alasan memilih jurusan olahraga karena ingin menjadi inspirasi bagi kaum difabel bahwa difabel juga bisa berprestasi khususnya pada bidang olahraga. Saat ini Slamet menjadi pelatih yang membimbing sembilan atlet difabel di Salatiga. Keinginan Slamet yang ingin segera diwujudkan adalah membuka yayasan untuk kaum difabel. Karena menurutnya, kaum difabel hanya kurang dukungan sehingga ia ingin merangkul dan memberi motivasi serta mencari tahu kelebihan anak penyandang kekurangan fisik atau difabel.
[Yunita]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Slamet Widodo : Disabilitas bukan Batas"

Posting Komentar