Rendy: Menjadi Investor, Kenapa Malu?


Hanya duduk-duduk saja dapat uang, mengapa tidak memilih sebagai investor?

Begitulah jawaban Rendy Irawan ketika ditanya mengapa memilih dunia pasar modal sebagai pekerjaannya. Bagi Rendy, investasi kini menjadi jalan hidupnya. Dia berpikir bahwa investasi merupakan sesuatu yang tak pernah ada matinya. Bahkan lebih menguntungkan dibandingkan harus bekerja. Pria kelahiran Semarang ini pun mengaku tidak malu ketika menjawab investor sebagai pekerjaannya.
Rendi Irawan, Mahasiswa Jurusan Manajemen Unnes
yang berkarier di bidang investasi (Dok.pribadi)

Rendy mulai mengenal investasi saat dirinya masih duduk di kursi Sekolah Menengah Atas. Waktu itu Rendy mewakili sekolahnya mengikuti lomba Olimpiade Pasar Modal tingkat Nasional.  Rendy sangat bersyukur meski hanya menduduki juara enam, yang terpenting bagi dirinya adalah pengalaman. Berkat kegiatan lomba tersebut pula, akhirnya dia memiliki pandangan yang lebih jauh tentang pasar modal terutama terkait dengan saham.

Pria yang hobi muncak ini dengan mantap meneruskan keinginannya menjadi investor.  Setelah lulus dari SMA N 6 Semarang, Rendy memilih Jurusan Manajemen Unnes untuk melanjutkan kariernya di bidang pasar modal. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman berinvestasinya, dia mengikuti  BSO Unnes Stock Exchange Study Forum (Unssaf) yang mewadahi mahasiswa di bidang pasar modal terutama saham. Atas keseriusannya, kini Rendy menjabat sebagai Direktur Unssaf.

Bukan menjadi impian semu lagi yang diharapkan untuk menjadi investor, Rendy sudah menjadi pemegang saham 4 perusahaan walaupun masih taraf mahasiswa. Selain itu, dia dan bersama tim berhasil meraih juara 1 dalam acara Investmen Analysis Competition Universitas Udayana, Bali.

Meski Rendy mulai sibuk, namun dia tetap menyempatkan diri untuk muncak. Kegiatan muncak seperti itu ia jalani saat menjadi anggota Pecinta Alam SMA N 6 Semarang. Pengalaman melanglang buananya sudah sampai kemana-mana. Terkhir pada Mei lalu, Rendy mendaki gunung Rinjani, Lombok. Hanya saja katanya khusus tahun dia memutuskan untuk vakum dari dunia petualang. “Ingin fokus menjalankan amanah sebagai direktur Unssaf dulu,” tambahnya.

Hingga saat ini, Rendy dan kawan-kawan mulai giat megajak teman-teman Unnes untuk berinvestasi sedini mungkin. Salah satunya dengan Gerakan Cinta Pasar Modal yang nanti akan segera dicanangkan.

Pesan dari Rendy untuk pemuda, berinvestasi sedini mungkin merupakan salah satu bekal hari esok yang lebih baik. Bukan hanya untuk diri pribadi masing-masing, tapi juga untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. (Imron, Rais)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rendy: Menjadi Investor, Kenapa Malu? "

Posting Komentar