Bulan Bahasa dan Seni Angkat Tradisi


            
Rektor Unnes membuka acara BBS 2015 (13/10) [Doc. BP2M]


Bulan Bahasa dan Seni (BBS) kembali digelar untukmemperingati ulang tahun Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) di lapangan depan gedung B1, Selasa (13/10).

"Mengangkat Tradisi, Memacu Konservasi” dipilih menjadi tema BBS 2015. Acara resmi dibuka tepat pada pukul 08.28 WIB dengan pemukulan bedug oleh Rektor Universitas Negeri Semarang diiringi bunyi perkusi dan pelepasan balon bertuliskan BBS 2015.

Melukis Wajah Rektor Unnes (13/10) [Doc. BP2M]
“Mahasiswa Unnes dikenal harmoni dengan keanekaragaman budaya dalam satu rumah bernama rumah ilmu, yaitu Universitas Negeri Semarang. Hari ini kita dipersatukan untuk menjunjung tradisi melalui acara Bulan Bahasa dan Seni.,” ujar Fathur Rokhman, Rektor Universitas Negeri Semarang.
            
Namun, ada yang berbeda dari BBS 2015 yaitu tidak adanya pawai arak-arakkan yang setiap tahun dilakukan. “Pawai arak-arakan sudah menjadi hal biasa, kami ingin membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain. Cukup dengan memeriahkan acara yang ada di fakultas. BBS tahun ini akan lebih banyak penampilan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa,” ungkap Hafidh Yurits, seksi acara.
           
Tarian tradisional dalam Pembukaan BBS (13/10) [Doc. BP2M]
Hafidh Yurits menambahkan BBS tahun ini fokus mengangkatseni tradisi pesisir. Masing-masing jurusan di FBS turut menampilkan kekhasannya masing-masing. Tampilan ini berupa karya yang berasal dari daerah pesisir yang diangkatnya.

            
Presiden BEM FBS lantang membacakan sebuah puisi berjudul “Sajak Sebatang Lisong” karya WS. Rendra. Selain itu, para birokrat dan mahasiswa berbaur menari bersama tarian tradisional dengan irama lagu Perahu Layar. Adanya perpaduan antara tari, puisi, dan perkusi kian menyemarakkan peringatan BBS tahun ini. [Yunita, Rais]


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bulan Bahasa dan Seni Angkat Tradisi"

Posting Komentar