Sindo Ajak Konsumen Media Cerdas Memilih


Adjie S. Soeratmadjie saat mengisi Sindo Goes to Campuss (9/5) [Doc. BEM FE Unnes]
BP2M – “Kami adakan acara semacam ini salah satunya karena kami merasa punya dosa sosial,” celetuk Adjie S. Soeratmadjie,Corporate Secretary RCTI  dibarengi dengan tawa saat mengisi Sindo Goes to Campuss (9/5).

“Media Literasi Edukasi Tontonan TV yang Baik dan Edukasi Jurnalistik” menjadi tema acara yang digelar  BEM Fakultas Ekonomi bekerja sama dengan Sindo, Sabtu (9/5). Sindo Goes to Campuss menghadirkan tiga pembicara dari Sindo dan satu pembicara dari KPID Jawa Tengah.

Acara yang dilaksanakan di gedung C7 FIS Unnes itu, mengajak mahasiswa Unnes yang hadir untuk menjadi konsumen media yang cerdas dalam memilah tayangan yang memiliki nilai edukasi.

“Potensi media bisa jadi positif atau malah negatif, khususnya di televisi ada 5S racun TV,” terang Driantama Riwahju Susilamoerti, Corporate Secretary iNews TV saat acara berlangsung (9/5).

Drian kemudian menyebutkan kelima racun televisi tersebut seperti SARA, saru (sex), sadis, sihir, dan sedih. Menurut Drian tayangan yang sering ditonton oleh masyarakat cenderung mempengaruhi perilaku dan tindakan pemirsa.

“Masyarakat harus menumbuhkan kesadaran, bahwa tayangan yang ada di TV semestinya dijadikan sebagai hiburan semata, tidak perlu ditelan mentah-mentah,” tambah Drian.

Selain informasi mengenai tontonan TV yang baik, pengetahuan jurnalistik juga diberikan dalam acara ini. Adjie S. Soeratmadjie sebagai pembicara kedua menyampaikan beberapa yang perlu diperhatikan dalam penyajian berita yang ditayangkan di televisi.

“Diantaranya ada penulisan, performance, gesture, apresiasi, ekspresi, style, on air personality, mature, dan freedom,” jelas Adjie.
Suasana saat Sindo Goes to Campuss berlangsung (9/5) [Doc. BEM FE Unnes]

Pengenalan edukasi jurnalistik tidak hanya yang ditayangkan di TV atau radio saja, tetapi juga media cetak. Abdul Hakim selaku wakil redaktur pelaksana Koran Sindo mengatakan bahwa media cetak masih empuk.

“Kesempatan untuk berkarir di media cetak cukup besar, meskipun harus bersaing dengan media lain seperti televisi, radio, hingga internet,” terang Abdul hakim (9/5).

Materi terakhir disampaikan oleh Setiawan Hendra Kelana selaku Koordinator Bidang Pelayanan Perizinan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah. Iwan menyampaikan bahwa setiap hari masyarakat selalu dicekoki informasi dari media.

Setiawan Hendra Kelana dari KPID Jawa Tengah (9/5) [Doc. BEM FE Unnes]

“Seringkali sekarang terjadi penumpulan kepekaan di masyarakat. Akibatnya tayangan yang kurang edukatif justru yang mendapat rating tinggi.” Ujar Iwan (9/5).

Terakhir Iwan berpesan pada peserta agar bisa menjadi penonton media yang cerdas dan memanfaatkan media yang ada secara bijak. (Ika Nur Amalia)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sindo Ajak Konsumen Media Cerdas Memilih"

Posting Komentar