Mahasiswa Unnes Menolak Lupa Nawacita


Sejumlah mahasiswa berbaris melakukan aksi bertepatan Hari Kebangkitan Nasional (20/5) [Doc. AL]

BP2M -107 tahun sudah Indonesia merasakan era kebangkitan. “Tapi benarkah kita bangkit? Nyatanya masih banyak rakyat yang belum bangkit dari kemiskinan”, teriak Rifqi mahasiswa Fakultas Ekonomi salah satu mahasiswa yang mengikuti orasi, Rabu (20/5).

Malam itu, tepat pukul 20.12 sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Unnes melakukan aksi di Simpang Tujuh Unnes dalam rangka refleksi hari kebangkitan. Sementara itu, polisi sudah siaga dan melakukan apel sebelum bertugas. Mereka berjaga guna mengantisipasi adanya tindakan brutal mahasiswa.

Peserta aksi meneriakan orasi yang berisi aspirasi mereka. Mereka merasa kecewa dengan kepemimpinan  Jokowi-JK. Kepemimpinan Jokowi-JK dianggap memperburuk Indonesia dan tak ada realisasi terhadap janji kedua sosok pemimimpin tersebut.

‘Menolak lupa Nawacita Jokowi-JK’ adalah luaran dari aksi ini. Mereka menolak kelupaan Jokowi terhadap Visi-Misinya yang tak kunjung  terrealisasi.

“Justru di era kebangkitan ini, Indonesia makin tidak merasakan kebangkitan. Harga BBM terus naik, rupiah melemah, dan masih banyak lagi”, ungkap Adross selaku koordinator Fakultas Ekonomi.

Mahasiswa kelahiran 1996 ini mengatakan bahwa ia kecewa dengan kepemimpinan Jokowi-JK. “Padahal banyak dari kalangan mahasiswa yang memilih mereka”, tambahnya.


Aksi berlangsung dengan lancar. Mahasiswa Unnes tetap menyalurkan aspirasi tanpa membuat kerusuhan. Teatrikal sebagai wujud kekecewaan pun dilakukan secara kondusif tanpa mengganggu jalannya lalu lintas malam itu. (Annisa Lufi)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Unnes Menolak Lupa Nawacita"

Posting Komentar