Mahasiswa Aktifis Korupsi Dana Bansos Semarang


Mahasiswa aktifis ini ditahan karena mengajukan proposal permohonan dana bansos, namun saat cair, uang proposal tidak digunakan sebagaimana mestinya, ungkap Eko Suwarni selaku Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Eko juga menambahkan, Laporan pertanggungjawabannya ada. Lengkap, foto juga ada. Tapi setelah kami konfirmasi ke hotel tempat dalam proposal ternyata tidak ada kegiatan. Semua fiktif setelah kami periksa para tersangka.
korupsi dana bansos semarang
demo aktifis mahasiswa untuk pengusutan korupsi dana Bansos (image; sinarharapan)

Lima orang aktivis mahasiswa itu antara lain Azka Najib, Musyafak, Farid Ihsanudin, Agus Khanif, dan Aji Hendra Gautama. Mereka masing-masing melakukan korupsi puluhan juta rupiah. Rinciannya, Azka sebesar Rp 83 juta, Musyafak Rp 84 juta, Farid Rp 65 juta, Agus Rp 52 juta dan Aji Rp 44 Juta.

Kelima orang ini masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Semarang.
walaupun sebagian dari mereka telah lulus kuliah, sebagian lain masih berstatus mahasiswa. Sewaktu mahasiswa, mereka tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Berdasarkan penelusuran, lima orang tersangka tersebut saat mengajukan proposal bansos tahun 2011, setelah bantuan cair, ternyata uang tidak digunakan untuk kegiatan sebagaimana dalam proposal. Uang bantuan masuk ke kantong pribadi.

Dalam kasus ini satu orang minimal mengajukan lima proposal, hingga kerugiannya total Rp 328 juta. Alamat lembaga yang digunakan juga ada yang satu rumah, tapi mengajukan beberpa nama lembaga," tandasnya.

Saat ini Lima Aktivis ini ditahan sementara selama 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Kota Semarang.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Aktifis Korupsi Dana Bansos Semarang"

Posting Komentar