MATORI; Warung Legendaris yang Masih Eksis


Bagi kamu yang kost di gank cempaka sari atau mahasiswa fakultas Teknik dan olahraga pasti tidak asing dengan warung yang satu ini.

Memang warung ini tidak begitu kentara dilihat dari jalan raya karena letaknya yang agak naik keatas dari jalan dan juga tanpa tulisan dan plang.

Warung legendaris ini akrab dikalangan mahasiswa dengan nama Matori, Matori merupakan nama bapak pemilik warung ini.

Ibu Matori sedang melayani pembeli (foto; redaksi)
Udin mahasiswa semester 12 mengungkapkan. "Dari dulu awal tahun 2010 sejak harga nasi Rames di matori masih Rp. 1500, sampai sekarang walaupun sudah naik harganya saya masih kerap jajan disana."

Rabu (1/04) redaksi ingin mencoba kelegendarisan warung ini, dengan makan nasi campur lauk mangut dengan minum Es marimas, hanya habis Rp. 7500 terpaut harga 1500 dengan Warteg dimana biasanya mencapai Rp. 9000.

Nasi rames dan mangut (foto; redaksi)
Berbicara soal rasa, bagi kamu penggemar WR. matori pasti tidak pernah memperdebatkan soal rasa, karena kami redaksi sepakat rasanya kurang maknyus atau hanya sekedar anyep.

Dalam hal ini Udin menambahkan "Kalo makan dimatori sedia Royco tambahan." candanya.

Hal senada juga diungkapkan Wahyu alumni Unnes yang juga penggemar matori, "Dengan harga yang terjangkau mahasiswa tidak memperdebatkan rasa, seng penteng wareg." ungkapnya.

Ia juga menambahkan, "Mahasiswa unnes kalo belum pernah makan diwarung ini, kurang hatam kuliah di Unnes." tutupnya.

Salah satu pengunjung menikmati hidangan di WR. Matori (foto; redaksi)
Warung Matori ini merupakan salah satu warung masyarakat pribumi (masyarakat sekaran) yang masih eksis dan ramai oleh pengunjung dari generasi-kegenerasi karena terkenal murahnya.

Dijam pagi disela-sela perkuliahan kamu akan mendapati warung ini ramai pembeli yang rata-rata dari Fakultas Teknik dan Olahraga karena kebetulan sejalan jika kekampus.

Jika dulu warung ini hanya dipenuhi oleh laki-laki kemarin redaksi banyak menjumpai para wanita juga sudah mulai akrab jajan diwarung ini.

So, jika kamu penasaran, langsung bisa datang aja ke warung ini, coba tanyakan dengan kakak-kakak kost semester tua, atau mahasiswa FT dan FIK.

Cukup dulu kulinernya, redaksi akan mencoba berbagai kuliner lain di sekaran. Pantengin terus Unnes.NET untuk mendapatkan update berita terbaru seputar Unnes. Salam #savekelontong


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "MATORI; Warung Legendaris yang Masih Eksis"

  1. Warung langganan ku, ak gak setuju yg ditulis disini klu rasanya anyep, krn yg saya rasakan masakan bu matori enak, yang anyep itu masakan di warung buje atau sandal copot di gang pete

    BalasHapus