Mendekatkan Budaya Pada Generasi Muda


Gelaran tari tradisional dalam Festival Kesenian Tradisional Pelajar (29/3) [Doc. Yunita]
BP2M - Minggu pagi (29/03) halaman Dekanat FBS ramai oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian adat kesenian dengan balutan atribut kesenian lengkap. Tak terkecuali mahasiswa dan warga Sekaran pun turut memadati halaman Dekanat FBS.

            Festival Kesenian Tradisional Pelajar diadakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni mengahadirkan 150 pelajar di Jawa Tengah. Beberapa diantaranya ialah  SMA Negeri 1 Pringapus Semarang, SMA Negeri 1 Batang, SMA Pariwisata Boyolali, SMA Negeri 1 Randubelatung Blora, dan SMA Negeri 5 Magelang.

Berbagai macam tarian berbeda ditampilkan dalam Festival (29/3)
Acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Unnes yang ke-50 ini,bertujuan memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda khususnya pelajar. Tahun ini merupakan tahun inovasi Unnes, sehinggadiharapkan ada inovasi-inovasi dari generasi muda dalam bidang kesenian.

“Unnes menaruh perhatian besar bagi kesenian. Kami memang sedang berusaha mengembangkan kesenian tradisional. Saya berharap acara ini dapat menjadi festival tahunan di Unnes.” Ujar Dekan Fakultas Bahasa dan Seni,Agus Nuryatin.

            Menurut SendangMulyana selaku ketua panitia, dibutuhkan persiapan sekitar 3 bulan. Kendalanya ialah sulitnya mencari sekolah yang memiliki ekstrakurikulerkesenian tradisional, sebabtidak semua sekolah memilikinya,” jelas Sendang.

Pihak panitia menghubungi sekolah-sekolah yang memiliki eskulkesenian untuk ditampilkan dalam Festival Kesenian Tradisional Pelajar ini. Peserta festival diberi penghargaan yang sama dengan tujuan dapat memotivasi pelajar agar tetap melestarikan kesenian tradisional.

Setiap sekolah menampilkan tariannya masing-masing (29/3)
            Nadia Kusuma Putri (17)  salah satu penampil Topeng Ireng asal SMA Negeri 1 Magelang mengaku bahwa motivasinya mengikuti Festival Kesenian Tradisional Pelajar untuk mengembangkan kesenian yang ada di daerah dan menginspirasi anak muda agar mau melestarikan kesenian tradisional. “Harapannya acara semacam ini adasetiap tahun sehingga generasi muda dapat mengenal dan mengembangkan kesenian daerahnya bukan malah bangga dengan budaya lain,” ungkap Nadia.

Hal serupa dikatakan oleh Septina Wardhani (18), mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini berpendapat bahwa acara seperti ini seharusnya diadakan setiap tahun agar mahasiswa dapat mengapresiasi kesenian tradisional sekaligushiburan bagi merekayang tidak memiliki kesibukan.

            Penilaian dalam festival ini  mencakupkomposisi, kreativitas, dan interaksi dengan penonton. Lima peserta tersebut berhasil menyabet juara dengan predikat masing-masing antara lain Tari Lembu Kanoko dari SMK Pariwisata Boyolali sebagai Penampil Potensial, Tari Jaran Eblek dari SMK Pringapus sebagai Penampil Atraktif, Tari Topeng Ireng dari SMA Negeri 5 Magelang sebagai Penampil Kreatif, Tari Barongan dari SMA Negeri 1 Randu Belatung Blora, dan Tari Babalu dari SMA Negeri 1 Batang sebagai Penampil Favorit. [Yunita]



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mendekatkan Budaya Pada Generasi Muda"

Posting Komentar