Lima Puluh Mahasiswa yang Menginpirasi


Perwakilan dari 50 Inspirator Unnes Melakukan Gladi Bersih acara Penutupan Dies Natalies/foto Marfuah
BP2M -Saya hanyalah satu, tetapi saya masih tetap satu. Saya tidak bisa melakukan semuanya, tetapi saya masih  melakukan sesuatu. Dan karena saya tidak bisa melakukan semuanya, saya tidak akan menolak untuk melakukan sesuatu yang bisa saya lakukan. (Edward Everett Hale)

Jumat (27/3) pukul 15.49, dari arah barat Gedung Auditorium Unnes, terlihat gadis dengan kursi rodanya, Natalia Hersaniati, mahasiswa semester dua, Jurusan Bahasa Inggris yang tengah asyik berbincang dengan orang-orang disekitarnya.

Sementara itu di sisi lain seorang laki-laki berkulit agak gelap, ialah Slamet Widodo dalam daftar nomor 49 Mahasiswa Inspirasi Muda Unnes, yang diusung Unnes dengan judul “Disabilitas Bukan Halangan”. “Saya tidak tahu tentang mekanisme pemilihan mahasiswa Inspirasi Muda ini, tiba-tiba saya dihubungi seseorang lalu diwawancarai,” jelasnya, yang saat itu menggunakan kemeja hitam dengan jam tangan yang melingkar ditangan kirinya.

Saat hendak membuang gelas air mineral yang habis setelah ia minum, terlihat jelas jari-jari lengan kanan yang kurang sempurna. Sesuai judul yang diusung Unnes, ia merupakan mahasiswa disabilitas olahraga pertama di Unnes.

Sampai pukul 16.23 hanya ada 24 mahasiswa yang hadir dari 50 mahasiswa yang diundang pada gladi resik sore itu. Menurut Tommy Yuniawan selaku Staf Ahli Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, mereka yang berkumpul hari ini merupakan mahasiswa inspirasi muda Unnes yang akan dihadirkan pada upacara Dies-Natalis Lustrum X Unnes, Senin, (30/3). “Kami memilih 50 mahasiswa yang menginspirasi di Unnes, karena bertepatan dengan 50 usia Unnes,” jelas Tommy.

Sama halnya dengan Slamet Widodo, Agus Jakfar, mahasiswa FIP, Hafizhah Lukitasari (FIP), Ninda Puspita Dewi (FIS) juga tak menyangka akan ada di dalam penobatan. “Saya senang, sekaligus kaget,” kata Ninda Puspita Dewi (FIS) yang merupakan pengurus Kwartir Pramuka Cabang Jawa Tengah. Ia juga gemar menulis.

Farisco Irfan mahasiswa semester enam, PGSD Tegal, yang sekaligus Staff Student menjelaskan bahwa tidak ada kriteria khusus dalam pemilihan. “Mahasiswa yang dipilih Unnes, karena mereka adalah mahasiswa yang memiliki keterampilan khusus dan bermanfaat bagi orang lain, seperti  Agustin Angriani mahasiswa FIP dengan kisah tujuh belas Boarding Pass yang diberikan secara gratis,” paparnya.

Kisah lima puluh inspirator Muda Unnes ini telah diabadikan dalam sebuah buku. Pembuatan buku merupakan agenda Unnes di setiap penutupan acara Dies Natalies Unnes. Tahun sebelumnya, Unnes juga menerbitkan buku Begawan Sekaran dan Rumah Ilmu oleh Rektor untuk Unnes. (Eva Rafiqoh)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lima Puluh Mahasiswa yang Menginpirasi"

Posting Komentar