RIP KPK, Mahasiswa Semarang Ajukan Lima tuntutan


Nisan bertuliskan RIP KPK, Lahir 16 – 12 – 2003 Wafat 16-2-2015 sebagai lambang keresahan polemik kasus yang tak kunjung damai. (BP2M/Salim)

BP2M - Jumat, (20/2) Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya yakni Unnes, Universitas PGRI Semarang ( UPGRIS), dan Undip melakukan aksi peduli KPK.  Mengeluarkan lima tuntutan upaya penyelamatan dari segala tekanan pelemahan KPK, di sepanjang jalan Pemuda, Semarang.

Kelima tuntutan itu yakni,

::: Mendesak KPK untuk mengajukan PK kepada MA atas putusan praperadilan Budi Gunawan

::: Mendorong  KPK untuk tetap mengusut tuntas kasus Budi Gunawan dengan menemukan bukti baru

::: Mendukung MA dan KY untuk memeriksa hasil praperadilan dan hakim Sarpin Rizaldi

::: Mendukungprogram untuk memeriksa Budi Waseso terkait pelanggaran HAM yang dilaporkan Komnas HAM

::: Presiden harus mengatasi permasalahan 21 penyidik KPK yang dipersangkakan oleh POLRI

Kronologi KPK Vs POLRI

Selama satu bulan kasus KPK Vs POLRI ramai diperbincangkan di media massa nasional. Terhitung sekitar satu bulan diawali polemik presiden menunjuk Komjen Budi Gunawan menjadi calon tunggal Kapolri, pada tanggal 9 Januari. Selain itu beberapa kasus yakni setelah KPK menetapkan BG sebagai tersangka kasus dugaan suap dan penerimaan hadiah, pada 13 Januari 2015. Sehari sebelum uji kelayakan yang dilakukan di DPR dan menyetujui BG sebagai Kapolri, meskipun berstatus tersangka.

Tak ada yang menyangka, kasus Cicak Vs Buaya antara KPK dan Polri tetap berlanjut dengan tertangkapnya wakil ketua KPK bambang Widjojanto selang beberapa minggu Polri menetapkan ketiga pimpinan KPK Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen  atas laporan yang telah dilimpahkan kepada pihak kepolisian.  Kasus KPK dan Polri semakin memanas saat praperadilan yang dipimpinin oleh hakim Sarpin Rizaldi, mengabulkan permohonan BG dan menolak eksepsi KPK.

Pada tanggal 18 Februari 2014 presiden Jokowi memutuskan untuk tidak melantik Budi Gunawan dan memberhentikan tiga pimpinan KPK yang terjerat hukum. Berlanjut pada tanggal 20 februari 2015 pagi, presiden Jokowi melantik Taufiqurrochman Ruki, Indriyanto Seno Aji, dan Johan Budi sebagai pimpinan KPK anyar sesuai dengan Keppres No.14/P.2015.

Kaitan tuntutan dengan aksi

Kaitan Tuntutan dengan dinamika kasus tersebut adalah setidaknya antara pejabat tinggi negara di KPK, MA, KY, hingga Komnas HAM memperhatikan lebih lanjut terhadap desakan-desakan rakyat pembela KPK untuk mengusut kasus secara tuntas dan transparan.

Aksi mahasiswa yang dipelopori oleh mahasiswa semarang tersebut dilakukan secara damai sebagai upaya melindungi KPK karena terindikasi ada oknum yang ingin melemahkan lembaga negara tersebut.

Editor              : Eva Rafiqoh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "RIP KPK, Mahasiswa Semarang Ajukan Lima tuntutan "

Posting Komentar