Opini, Mengerti Mahasiswa


Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada yang menyangkal pendapat itu. satu sama lain saling membutuhkan untuk mempertahankan hidup. Begitupun dengan mahasiswa.

Sejak awal mereka menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di kampus sebagai mahasiswa, mereka langsung memperluas hubungan sosial dengan cara mencari teman baru. Banyak dari mahasiswa membuat komunitas-komunitas berdasar paham, idealisme, hobi dan kegemaran, serta asal daerahnya bahkan sampai membuat komunitas konyol seperti persatuan jomblo angkatan, dsb.

Kegiatan semacam itu merupakan hal yang positif sejauh bertujuan untuk memmpererat hubungan sosial dan silaturrohim antar mahasiswa. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan perkumpulan mahasiswa atau komunitas–komunitas sebagai lapak dagang, promosi bisnis, cari jodoh, dan politik Sah-sah saja.
ilustrasi kiriman dari pembaca
Namun seiring berjalanya waktu, fungsi untuk mempererat hubungan sosial dan silaturrohim tersebut semakin kental menjurus kearah premodial sehingga mengurangi rasa peduli terhadap mahasiswa diluar komunitasnya atau bahkan hilang dan luntur karena beberapa hal sehingga hanya tinggal nama komunitas saja.

Yang disayangkan adalah niat murni yang terbentuk dari awal saat memutuskan untuk berteman terkadang ternodai oleh kepentingan-kepentingan mahasiswais seperti bisnis, pacaran, geng, agama, dan politik. Kita tahu bahwa fase mahasiswa adalah fase berfikir untuk menetukan langkah mencapai masa depan.

Namun ketika mereka menemukan jalannya untuk masa depan masing-masing, kepentingan lain seakan nomor dua dan bahkan terlupakan. Jadi tidak aneh juga ketika sudah menginjak semester tua, banyak yang lupa dengan nama teman seangkatan sampai lupa bahwa dia adalah satu angkatan dengan kita.

Inilah fase yang dialami mahasiswa, setiap sisi negatif dalam sisi potitif semoga bisa semakin membuat kita berfikir menjadi dewasa.

Puisi

Be(R)/(L)i Berita

media ikut andil dalam penggiringan opini.
peran memberi informasi bergeser menjadi sebuah ajang jual beli.

ketika ini menjadi komoditas, jangan harap menjadi cerdas karena bisnis semakin cadas.
siapa terkenal, siapa tumbal, akan dibuat dengan kontrak nominal.
warna putih akan disulap sepekat aspal

ingin terlihat baik, sobek kertas secarik, buat angka menarik dan silakan tarik.
dari semiotika hingga persuasi diolah sebagai pemuas manusia berdasi.

mari berikhtiar mari bersabar.
mari sadar akan penyeragaman bawah sadar.
mari bakar akar pembuat makar.
dan lepaskan otak dari sangkar media kaisar.

Pengirim Tulisan
Nama  : Ashdaq Fillah
Email  : aro.genji@gmail.com
Nomor HP : 08995924***
Judul Tulisan* : Mengerti Mahasiswa
Kategori Tulisan : opini dan puisi
Dikirim via : http://www.unnes.net/p/kirim-tulisan.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Opini, Mengerti Mahasiswa"

Posting Komentar