5 Kritik Pendidikan Nasional


Jika biasanya kritik pendidikan hanya dari pakar pendidikan ataupun Guru, Bagaimana jika siswa kritik tentang pendidikan Nasional?

hal itu dilakukan oleh Ke-15 pelajar ini tergabung dalam Aliansi Aksi 2015 yang merupakan kumpulan anak-anak berprestasi dan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Buktinya, 15 remaja dari 15 wilayah di Tanah Air memiliki gagasan tentang pendidikan nasional. Mereka pun menyampaikan ide tersebut kepada Menteri Pendidikan Anies Baswedan.

Berikut 5 Kritik Pendidikan Nasional;

1. Masih tingginya angka putus sekolah di Indonesia.
Hal itu disebabkan karena masalah ekonomi. Menurut Dewa Gede dari Bali, orangtua tidak bisa membiayai, sedangkan si anak terpaksa bekerja.

Putus sekolah juga dipicu jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, kekerasan seksual, dan kriminalitas.

2. Pembangunan sekolah masih tidak merata 
Hal itu salah satunya disebabkan karena sulitnya akses mencapai suatu daerah.

3. Lingkungan sekolah yang masih tidak aman. 
Salah satunya disebabkan oleh pengaruh teman sebaya dan contoh buruk dari guru seperti merokok di lingkungan sekolah.

4. Tingkat kehadiran guru rendah. 
Menurut mereka, rendahnya tingkat kehadiran guru disebabkan faktor minat dan suasana kelas yang tidak kondusif.

"Kami harap kompetensi guru terus ditingkatkan dan tidak hanya diapresiasi tapi juga diberi sanksi jika mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik," ujar Adel.

5. Masih adanya diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus.
 Di antara faktor penyebabnya adalah sekolah umum enggan menerima ABK, orangtua kurang bisa menerima kondisi anaknya, kompetensi guru untuk mengajar ABK juga kurang, serta masih mahal dan langkanya fasilitas yang dibutuhkan.

Itulah 5 Kritik Pendidikan Nasional yang disampaikan anak muda Indonesia, yang telah dikutip di website mendikbud, bagaimana dengan anda, Punya kritik lain terhadap pendidikan???

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Kritik Pendidikan Nasional"

Posting Komentar