Ayah Wisudawan Terbaik Seorang Buruh Tani Bergaji Rp35 Ribu


Sebagai buruh tani yang tak memiliki lahan, dia tidak memiliki penghasilan tetap. Tentunya tak cukup untuk menyekolahkan Afida dan adiknya yang kini di berada di pesantren.

Linang air mata pun tak terbendung saat Baidhowi dan Aminah isterinya bercerita panjang lebar mengenai pekerjaan sehari-harinya.

"Bertani padi dan palawija. Itu juga tanah orang seluas 2000 meter persegi. Sistemnya bagi hasil. Kalau dihitung sehari hanya dapat Rp35 ribu rupiah saja," ujar ayah Wisudawan Terbaik ini seperti dilansir Viva.

Perjuangan Afida menjadi Wisudawan Terbaik Anak Buruh Tani cukup panjang. Keterbatasan keuangan bahkan mengharuskannya mencari tambahan penghasilan sendiri dengan mengajar anak-anak kecil di tempat dia tinggal.
Ayah afida Afida Wisudawan Terbaik Anak Buruh Tani ini bercerita penghasilan perhari hanya 35 ribu
Afida Wisudawan Terbaik Anak Buruh Tani ini bercerita, "Kalau ke kampus biasa naik angkutan. Biasanya cari sambilan saat beasiswa yang turun sebesar Rp600 ribu per bulan sering telat.

"Kadang-kadang pas liburan dirumah ikut ke sawah, ngangkutin sayur,"

Baidhowi juga mengaku sering ke luar daerah, Seperti Demak, Kudus, dan Pati, sampai Ngawi, untuk menawarkan jasa memanen lahan milik orang dengan sistem bagi hasil, Karena hasil menggarap tanah tetangganya dirasa tak cukup.

Kini Baidhowi punya harapan untuk putrinya Afida. Harapan itu agar ilmu yang diperoleh putrinya dapat bermanfaat bagi sesama. "Sing disuwun enggih prestasi. Tapi diiringi dengan ibadah yang rajin. Semoga anak saya bisa bermanfaat bagi agama. Biar nasibnya tidak seperti kami," ujar Baidhowi
Berita Terkait Wisudawan Terbaik Anak Buruh Tani

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ayah Wisudawan Terbaik Seorang Buruh Tani Bergaji Rp35 Ribu"

Posting Komentar