Tiga Puluh Menit Bersama Dodit


           
Dodit tersenyum ke awak media sebelum memasuki ruang transit B6 FBS

           Celebration Night of Pendidikan Ekonomi (Cinepex) sebagai puncak acara Gebyar Pendidikan Ekonomi digelar di gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dengan menghadirkan Dodit Mulyanto. Kurang lebih tujuh ratus orang hadir untuk menonton stand up yang dibawakan oleh komika asal Blitar tersebut.
“Selamat malam penduduk Sunan Kuning!” Sapaan khas Dodit yang disusul dengan teriakan para penonton. Materi yang disampaikan oleh Dodit bervariasi, seperti kondisi Unnes, susahnya menjadi jomblo, dan cinta segitiga. Di akhir materinya, tidak ketinggalan Dodit memberikan motivasi untuk para mahasiswa. “Mahasiswa yang keren itu yang lulus,” katanya berkelakar ketika menyampaikan materi.
Sebelum tampil, Dodit mengatakan, tidak masalah mau lulus cepat atau pun lambat. Menurutnya tidak ada istilah salah jurusan, yang terpenting saat menjadi mahasiswa harus pintar menggali, mengasah, dan menjaga potensi. “Saya kuliah di FKIP, jurusan Geografi Universitas Sebelas Maret. Lulus empat belas semester. Ngajar musik di sekolah. Sekarang lebih terkenal sebagai komika,” tutur laki-laki kelahiran 29 tahun yang lalu saat ditemui di ruang transit B6, Minggu (30/11).
            Nama Dodit Mulyanto mulai dikenal semenjak mengikuti kontes stand up comedydi salah satu stasiun televisi swasta Indonesia. Ciri khas Dodit adalah selalu membawa biola. Dodit menggeluti stand up sejak 2012. Tidak ada komikayang menjadi idolanya. “Setiap orang itu dapat menjadi idola, hanya saja sedikit yang bisa. Saya tidak sombong, loh...” ujar Dodit bercanda sembari memberitahu jumlah followernya di twitter.
            Sebelum Dodit tampil, diadakan pula penganugerahan untuk para pemenang lomba-lomba dalam serangkaian acara Gebyar Pendidikan Ekonomi. “Macam-macam lomba diselenggarakan sejak awal semester ganjil, seperti lomba debat, futsal, karya tulis, dan sebagainya,” ujar Bangkit Candra Birama ketua Departemen Bakat dan Minat HIMA PE.
            Di sela-sela wawancara, Bangkit menyatakan ketidakpercayaannya dengan minat peserta yang luar biasa. “Jumlahnya memenuhi target. Benar-benar tidak menyangka. Pilihan kami tepat untuk menjadikan Dodit sebagai guest star.” Bangkit mengatakan, selain mahasiswa Unnes peserta juga ada yang berasal dari kota lain seperti Tegal. Mereka, baik tua maupun muda sangat mengidolakan Dodit.
            Emi, perempuan berusia 58 tahun, begitu melihat baliho bergambar Dodit di C3 langsung mendaftar. “Saya beli empat tiket sekaligus. Satu untuk saya dan sisanya untuk anak dan cucu.” Emi yang juga dosen MKU Pengantar Ilmu Pendidikan (PIP) mengatakan humor itu perlu. Stand up comedy selalu menawarkan humor yang nyeleneh, menghibur, tetapi dikemas dengan cerdas.

“Saya selalu mendorong mahasiswa saya untuk mengembangkan semua potensinya.Salah satunya, Yoda. Dia juga pintar stand up, meski belum setenar Dodit. Tetapi,  saya yakin jika terus diasah suatu saat pasti akan seperti Dodit,” ujarnya mengakhiri wawancara. Santi, Susi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tiga Puluh Menit Bersama Dodit"

Posting Komentar