Soal Penebangan Pohon, Ini Jawaban dari Rektor


Unnes - Kritik yang disampaikan mahasiswa melalui sejumlah tulisan di jalanan sekitar kampus Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), akhirnya mendapat respon langsung dari Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman MHum. (baca; Mahasiswa Kritik Penebangan di Area Kampus Sekaran)

Ia berpendapat, penebangan pohon di lokasi pembangunan tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, penebangan dilakukan untuk keperluan produktif, yaitu pengembangan fasilitas belajar.

pohon unnes

“Selain itu, sudah ada kesepakatan, untuk satu pohon yang ditebang kontraktor akan menggantinya dengan lima pohon,” kata Prof Fathur seperti dilansir laman resmi Unnes (baca; Pembangunan Laboratorium Terpadu, Satu Pohon Ditebang Lima Pohon Ditanam)

Ia juga menambahkan, Pohon pengganti akan ditanam di lokasi kampus atau sekitar kampus yang menurut pertimbangan Badan Konservasi tepat.

idb
IDB (wikipedia)
Sementara itu, Sekretaris Proyek Islamic Developmen Bank (IDB) Hendi Pratama MA mengatakan, di lokasi tersebut akan dibangun gedung dengan prinsip green building.

“Justru itu baik, sebab kita akan memiliki gedung dengan prinsip green building dan bisa menjadi contoh bagi proyek pengembangan fasilitas lain,” kata Hendi.

Hal itu diungkapkan karena sebelumnya ada sejumlah kekhawatiran dari para mahasiswa, Pasalnya untuk keperluan konstruksi, kontraktor harus menebang sejumlah pohon mahoni dan pohon-pohon lain yang sebelumnya tumbuh di lokasi yang akan dijadikan proyek pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu. Unnes

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Penebangan Pohon, Ini Jawaban dari Rektor"

Posting Komentar