Berita Pendidikan Sepanjang Tahun 2014


Para pembaca UnnesNET akhir tahun tinggal hitungan jari, pendidikan menjadi isu hangat dan trending topik pada tahun ini.

Selain perubahan nama kementerian pendidikan dan berita tentang kurikulum 2013 yang tak pernah usai untuk dibahas, berbagai kasus menarik seputar pendidikan juga redaksi rangkum.

Bagi kamu mahasiswa Unnes kudu tahu perkembangan pendidikan selama satu tahun ini, berikut peristiwa dan isu seputar pendidikan selama satu tahun ini;

Januari

ijazah sekolah
Unjuk rasa siswa SMA yang tertahan ijazahnya karena menunggak SPP. (foto; republika.co.id)
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dari 2010 hingga 2013, setidaknya ada 1.302 ijazah siswa yang ditahan pihak sekolah karena urusan administrasi pembayaran yang belum selesai. Ijazah ini berada di sekolah negeri maupun swasta. Untuk membantu pengambilan ijazah tersebut Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menganggarkan dan Rp 1,3 Miliar yang akan disalurkan melalui sekolah.

Mekanisme pengajuan sendiri dilakukan orang tua siswa ke UPT JPD. Selain membebaskan ijazah yang ditahan sekolah. Setiap tahun Pemkot juga mengeluarkan dana untuk pembayaran tunggakan bagi siswa SMA/SMK sehingga bisa lulus dengan Ijazah. Tahun ini anggaran untuk pembayaran tunggakan sekolah di APBD 2014 sebesar Rp 1,4 Miliar. Dana ini naik dari 2013 yang hanya Rp 1,2 Miliar.

Februari  

lembar UN
Peserta UN Khawatirkan Kualitas Kertas yang buruk (foto; kabargrafika.blogspot.com)
Lembar jawaban Ujian Nasional (UN) 2013 dikeluhkan berkualitas buruk. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan meningkatkan kualitas kertas lembar jawaban.
Kemendikbud menegaskan bahwa tak ada tes bagi siswa yang akan masuk ke jenjang selanjutnya yakni SMP atau SMA negeri. Yang ada hanya seleksi prestasi berdasarkan nilai.

Maret

Jakarta International School
Tampak depan Taman Kanak-Kanak Jakarta International School (Foto; MetroTV)
Kasus pedofilia di dunia pendidikan. Kasus kekerasan seksual menimpa salah satu murid Taman Kanak-Kanak Jakarta International School. Sejumlah pihak menyayangkan kasus yang menyeruak ini, mengingat JIS adalah salah satu sekolah dengan standar keamanan ekstra ketat di Indonesia.

Kasus kejahatan terhadap anak terbaru di JIS ini seperti mengingatkan publik pada sejumlah kasus pedofilia yang pernah terjadi di Tanah Air dalam 15 tahun terakhir. Motif pelaku pedofilia, yang mayoritas dilakukan warga asing, dalam petualangan seksualnya itu beraneka ragam.
Jakarta International School
Sekolah bertaraf International belum tentu aman bagi siswa (foto : article.wn.com)
Organisasi pemerhati anak-anak di Belanda pada 2013 pernah mengungkapkan bahwa ada lebih dari 1.000 pelaku pedofilia di seluruh dunia.

Eksploitasi seks anak, terutama lewat jaringan online, bukan barang baru. Investigator Perserikatan Bangsa-bangsa pada 2009 menyatakan sekitar 750 ribu orang mengakses situs pornografi anak pada saat bersamaan.

April

guru honorer demo
Demo guru Honorer (foto; forumkeadilan.com)

Guru honorer yang tergabung se-Jakarta melakukan aksi demo di Balai Kota DKI. Mereka akan mendukung Joko Widodo dalam pencapresan jika suara mereka didengar.

Hal tersebut atas tindak lanjut bulan sebelumnya, Maret, ribuan guru honorer berdemo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Mei  

hardiknas pendidikan
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2014: Bangun Indonesia Unggul Melalui Ilmu! (foto; sidomi.com)
Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, namun Iebih merupakan sebuah momentum untuk makin memperkokoh kesadaran dan komitmen bangsa akan pentingnya pendidikan bermutu bagi masa depan bangsa.

Dalam dunia harus memperhatikan perihal akses mendapatkan layanan pendidikan yang dipengaruhi ketersediaan dan keterjangkauan. Beberapa kebijakan dan program layanan seperti Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang menyasar pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Siswa Miskin, Bidikmisi atau bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa, Sarjana Mendidik di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terpencil (SM3T), juga Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

Kebijakan dan program tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ini ditandai dengan naiknya Angka Partisipasi Kasar (APK) yang tinggi dan lebih inklusif, terutama pada tingkat SMP atau MTS, SMA atau SMK dan perguruan tinggi.

Juni 

buku kurikulum 2013
Mendikbud Cek Pengiriman Buku Kurikulum 2013 ke Sekolah (foto: www.antarajatim.com)
Bulan Juni merupakan masa kampanye antara Capres Jokowi dan Prabowo saat debat capres keduanya berbicara mengenai pendidikan.

ICW bersama dengan Koalisi Pendidikan menilai kebijakan pendidikan di Indonesia lebih berorientasi pada nilai-nilai pasar. Terlihat dari sistemnya yang lebih mengutamakan kompetisi, standardisasi dan penggunaan angka dalam penilaian.

Menurutnya visi misi kedua calon presiden, baik Prabowo Subianto dan Joko Widodo, terkait pendidikan masih berdasarkan kuantitas, bukan kualitas.

Pengiriman perdana jutaan buku pelajaran Kurikulum 2013 untuk mata pelajaran siswa SMP, SMA, dan SMK, dikirim bulan ini. Sebanyak 1,6 juta buku akan dikirim ke Jakarta dan sebagian wilayah Jawa serta Bali.

Juli  

Bulan Juli merupakan permulaan Tahun Pelajaran 2014/2015. Setelah tahun pelajaran sebelumnya Kurikulum 2013 diterapkan secara terbatas di sejumlah sekolah piloting, mulai tahun pelajaran 2014/2015.

Kurikulum tersebut diterapkan serentak di semua tingkat pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Implementasi kurikulum itu terkesan kedodoran akibat sejumlah persoalan di lapangan.

Sejumlah persoalan mencuat terkait implementasi kurikulum tersebut, mulai dari guru belum siap karena belum mendapat pelatihan hingga keterlambatan buku teks siswa. Persoalan itu mengakibatkan kegiatan pembelajaran di sekolah terkendala.
masalah kurikulum 2013
Segudang masalah mulai muncul pada kurikulum 2013 (foto; edukasi.kompas)

Persoalan lain adalah buku paket yang menjadi pegangan siswa dan guru sejauh ini belum terdistribusi secara merata. Dari pantauan Federasi Serikat Guru Indonesia, keterlambatan buku Kurikulum 2013 terjadi di sejumlah daerah, seperti di Jakarta, Purbalingga, Bekasi, Depok, Bogor, Indramayu, Garut, Tasikmalaya, Bima, Mataram, Medan, Batam, dan Sumenep.

Idealnya, keberadaan buku pelajaran sudah ada di sekolah minimal tiga bulan sebelum dipergunakan. Dengan begitu, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, baik siswa maupun guru dapat mempelajarinya lebih dulu sebagai persiapan.

Agustus  

Isis radikalisme pendidikan
ISLAMIC State in Iraq and Syria (ISIS) mengeluarkan kebijakan yang melarang matematika, olah raga dan ilmu sosial diajarkan di sekolah. (foto; islamtoleran.com)
Bulan Agustus Indonesia gempar dengan keberadaan ISIS dan aliran Radikalisme yang masuk didunia pendidikan.

Kementerian Agama sendiri menyebutkan jumlah pesantren yang teridentifikasi mengajarkan radikalisme jumlahnya kurang lebih 20 pesantren. Pesantren itu tidak memiliki izin dari Kemenag.
Mendikbud M Nuh menilai penyebaran paham Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) tidak bisa dilawan dengan kekerasn fisik. Paham ISIS hanya bisa dilawan dengan ideologi Pancasila, dengan cara Perkuat Ideologi Pancasila di Kurikulum.

September  

Kasus soal matematika
PR Matematika yang heboh dan jadi trending di media sosial (foto; merdeka.com)

Awal September ini dunia pendidikan  dihebohan soal perkalian dalam pelajaran matematika tingkat SD yang ramai dibahas di media sosial.

Berawal dari keluhan sang kakak yang melihat pekerjaan rumah adiknya dicorat coret guru Matematika. Dia bingung, perkalian yang secara konteks jumlahnya sama, tapi disalahkan.

Perdebatan pun muncul, hingga dikomentari menteri. Banyak yang mempertanyakan konsep pembelajaran matematika untuk siswa SD saat ini.

Tokoh Pendidikan Minta Jokowi-JK Lanjutkan Kurikulum 2013, walaupun Kurikulum 2013 (K13) banyak menuai kontroversi, ada pihak yang merasa K13 kurang efektif dilakukan di Indonesia, namun ada pula yang merasa K13 bagus bagi pendidikan bangsa.

Walaupun begitu Kemendikbud sampai akhir bulan ini mengaku belum ada komunikasi antara dirinya dengan Tim Transisi Jokowi-JK terkait Kurikulum 2013 (K13) yang banyak menuai kontroversi.

Oktober  

Anies Baswedan
Anies Baswedan menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (foto; surabaya.bisnis.com)
Kabinet kerja Jokowi melakukan pemisahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi.

Pemisahan tersebut atas dasar perguruan tinggi selama ini tidak banyak menghasilkan riset yang bisa diaplikasikan di ranah industri. Kekhawatiran itu lalu ditangkap untuk memisahkan perguruan tinggi dari Dikti. Riset perguruan tinggi yang seperti apa pun tak jelas yang diharapkan. Padahal masing-masing perguruan tinggi mempunyai basis yang beda. Ada yang basisnya tenaga kependidikan, ada yang wirausaha, ada yang kesehatan.

November

siswa sma dikeluarkan
Siswa SMA menangis (foto; tempo.co)
Bulan november dunia pendidikan kita digegerkan oleh kasus dikeluarkannya tiga siswa SMA 1 Bunga Raya yang menyindiri gurunya melalui  status di media sosial Facebook. Ketiga siswa kelas dua SMA itu, Reksa Dirgantara Putra, Wiwit Dwi Santoro dan Towil Maamun menyindir guru sekolah tersebut.

Siswa Wiwit Dwi Santoro menulis status di laman Facebook, "Murid terlambat dihukum, guru terlambat tidak dihukum." Status tersebut ternyata berbuntut panjang karena Kepala Sekolah SMAN 1 Bungaraya, M. Nasir, menjadikannya alasan untuk mengeluarkan ketiga siswa itu.
Namun demikian, kasus ini berbuntut panjang.

Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Riau, mencopot Nasir, Kepala Sekolah SMAN 1 Bungaraya karena mengeluarkan tiga siswanya yang menyindir guru via media sosial Facebook. Pencopotan itu menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Siak Kadri Yafiz karena dinilai melakukan kebijakan yang keliru. Apalagi kasusnya menjadi sorotan publik, karena dinilai tidak mendidik dalam institusi pendidikan.

Nasir kemudian dipindahkan ke Sungai Apit berdasarkan pertemuan dan SK Bupati Siak Syamsuar dan diputuskan tiga anak itu harus kembali belajar di sekolah tersebut.

Desember

Anies baswedan dan M. Nuh
Akhirnya Anies baswedan melakukan pemberhentian pelaksanaan kurikulum 2013 (foto; tribunnews.com)
Puncak drama di dunia pendidikan Indonesia terjadi pada bulan Desember dengan dikeluarkannya keputusan pemberhentian pelaksanaan kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan.

Melalui surat bernomor 179342/MPK/KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014, yang ditujukan kepada kepala sekolah di seluruh Indonesia, implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Hanya sekolah-sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini. Selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013.

Sumber; Detik, Kompas, dan Berbagai media massa dan surat kabar


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berita Pendidikan Sepanjang Tahun 2014"

Posting Komentar