Hambatan Yang Tak Mengenal Musim


Ilustrasi
Sejak dicanangkan sebagai Universitas konservasi pada tahun 2010 silam, kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya oleh masyarakat Unnes belum maksimal.
             PAGI itu, Selasa (02/12) di sekitar gedung rektorat banyak daun berguguran, begitu juga banyak sampah yang berserakan, namun dibalik semua itu masih ada  seorang wanita muda yang bersemangat membersihkan halaman rektorat dengan wajah yang ceria. Ketika kami menghampiri wanita muda itu ia bercerita tentang kesehariannya bertugas menjadi petugas kebersihan Unnes.
Namanya Ilawinarti, salah satu dari ratusan petugas kebersihan di Unnes. Beliau mengatakan bahwa masih ada mahasiswa yang membuang sampah sembarangan, walaupun demikian ibu Ilawinarti membiarkan saja karena khawatir akan menyinggung perasaan jika ditegur.
“Saya bekerja dari jam 06:00 - 11:00 kemudian dilanjut jam 13:00 – 16:00 setiap hari senin sampai jumat” ujar Ilawinarti. Tempat beliau bertugas membersihkan hanya di depan halaman rektorat, sedangkan ditempat lain sudah ada petugas tersendiri.
Musim hujan merupakan salah satu hambatan bagi ibu Ilawinarti bekerja, dikarenakan sampah menjadi basah ketika dibersihkan. Sedangkan bagi pak Kartono yang kesehariannya membersihkan sampah disekitar tugu sutera, musim kemarau justru merupakan hambatan, karena banyak daun yang berguguran sehingga ia harus bekerja lebih keras untuk membersihkannya. Apapun musimnya, membersihkan sampah bukanlah perkara mudah.
Mereka merupakan pahlawan konservasi yang ada di Unnes, walaupun sudah tugasnya membersihkan sampah, akan tetapi kita sebagai masyarakat Unnes juga harus memperhatikan kebersihan bersama. paling tidak kita bisa meringankan beban kerja mereka dengan membuang sampah pada tempatnya. (Hakim, Rais)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hambatan Yang Tak Mengenal Musim"

Posting Komentar