8 Fakta IPK Tinggi Bukan Faktor Utama dalam Dunia Kerja


IPK atau indeks prestasi kumulatif (GPA or grade point average) merupakan nilai akhir evaluasi seorang mahasiswa selama jenjang perguruan tinggi, baik tahap sarjana maupun tahap doktoral.

IPK menjadi tolak ukur kesuksesan akademik seseorang dalam bidang tertentu di kampus.

IPK yang tinggi pun jadi sasaran banyak mahasiswa untuk mempermudah berbagai hal salah satu yang paling utama diantaranya adalah untuk melamar kerja.

Seberapa pentingkah IPK tinggi dalam dunia kerja?? berikut redaksi menghimpun beberapa fakta dari internet yang kenyataanya malah sebaliknya;

1. Ngejar IPK tinggi = mengorbankan waktu bersosialisasi


foto;blogspot.com

Jika kita ingin mendapat IPK tinggi, maka kita perlu rajin belajar, ngerjain tugas, melet dosen sana melet dosen sini...apalagi menjelang ujian.

Sayangnya, kondisi ini memaksa kita untuk mengurangi waktu berkumpul bersama teman-teman. Bukankah saat ini networking  lebih penting dibandingkan IPK kala melamar kerja.

2. IPK tinggi tidak menjamin seseorang mampu berkomunikasi dengan baik

(wordpress)

IPK mungkin menjadi alasan kita mendapat panggilan wawancara, namun bukan pekerjaan. Saat wawancara, kemampuan komunikasi interpersonal-lah yang menjadi penentu.

Sayangnya, IPK tidak berkorelasi positif dengan kemampuan komunikasi interpersonal seseorang.

3. IPK tinggi tidak ditanyakan Pengusaha

(mediakampus)
Bos kita tidak peduli seberapa tinggi IPK kita, melainkan seberapa baik kita di tempat kerja. Tunjukkan padanya apa yang dapat kita kerjakan di atas meja, bukan berapa tinggi IPK yang kita peroleh saat kuliah.

4. IPK Tinggi tidak menjamin pekerjaan

(kampusquote)

Banyak orang berfikir dengan IPK yang bagus maka pekerjaan dapat diraihnya dengan mudah.
Banyak yang lulus dengan IPK pas-pasan­-lah yang meraih pekerjaan impian. justru terkadang mereka yang IPK tinggi sulit dapat kerja.

5. IPK Tinggi hanya bertahan beberapa tahun setelah kita lulus.


Angka yang baik pada selembar kertas saat wisuda akan dikenang hanya beberapa tahun setelah kita lulus atau saat lulus itu juga. seseorang mungkin tidak akan peduli kepada IPK Tinggi kita setelah 10 tahun.

6. IPK tidak menjamin seberapa pintar mahasiswa


Mau gag mau kita harus mengakui bahwa bukan kepintaran yang membuat kita mampu menjawab soal ujian (yang menjadi faktor penentu IPK), namun kemampuan mengingat pelajaranlah yang menjadi penentunya. Kenyataan pahitnya, kebanyakan dari kita melupakan 95% apa yang kita pelajari.

7. IPK Tinggi Tidak diperlukan dalam berwirausaha

Jika kamu memutuskan untuk berwirausaha, maka IPK tinggimu hanya menjadi hiasan dinding aja. karena dalam berwirausaha orang tak akan menanyakan IPKmu berapa, melainkan bagaimana kamu dapat jujur dan tanggungjawab.

8. Faktor lain di luar IPK Tinggi

(blogger.com)
Jangan mengabaikan IPK, tetapi ada banyak hal lain yang sama pentingnya dengan IPK. Jadi, pastikan kita tidak kehilangan mereka hanya karena kita ingin mendapat IPK yang tinggi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "8 Fakta IPK Tinggi Bukan Faktor Utama dalam Dunia Kerja"

Posting Komentar