Mewaspadai Pencurian di Area Kampus



http://www.beritabali.com/asset/document/news_images/ilustrasi-pencuri-web-23.jpg

Beragam gawai (alat) yang dibawa mahasiswa memerlukan sikap waspada bagi pemiliknya. Beberapa kasus pencurian yang terjadi di lingkungan (baik di dalam maupun di luar) kampus semakin meresahkan. Pelaku pencurian biasa menjadikan bawaan mahasiswa sebagai sasaran. Mulai dari kendaraan, laptop, handphone, dan berbagai bawaan lainnya.
Apalagi masa-masa awal pengenalan kampus pada mahasiswa baru seperti sekarang. Menurut Anwar Basuki, koordinator Satuan Pengamanan (Satpam) Unnes, inilah momen yang biasa dimanfaatkan para pelaku pencurian disebabkan kelengahan mahasiswa baru yang masih perlu beradaptasi di lingkungan kampus. Meski demikian, lanjut Anwar, mahasiswa lama pun masih mungkin menjadi korban.
“Untuk itulah sikap waspada harus dimiliki oleh setiap warga Unnes,” tuturnya. Ia menyatakan, jangan hanya mengandalkan Satpam saja. Kasus pencurian di area kampus biasanya disebabkan kurangnya kewaspadaan pemilik barangnya. Seperti diungkapkan Bang Napi dalam salah satu acara televisi swasta, kejahatan bukan semata-mata karena niat dari pelaku, tapi karena ada kesempatan.

h
Banyak modus yang dipakai
Menurut Agus Pranoto, salah satu Satpam di Fakultas Teknik (FT), modus yang paling banyak digunakan pelaku yakni mengambil barang di masjid atau musala yang ditinggalkan pemiliknya saat sedang beribadah. Masih banyak modus lain yang dilakukan pelaku pencurian.
“Itu bukan hanya di FT saja. Jadi sebaiknya tas ditaruh depan saja waktu salat,” terang Agus. Ia menambahkan, meski setiap masjid dan musala di Unnes sudah dipasangi CCTV, jangan lantas merasa aman. “CCTV juga tidak bisa apa-apa kalau (listriknya) mati,” ucap Agus. Maka dari itu, mesti lebih waspada saat menaruh kendaraan maupun barang berharga lainnya.
Sementara itu, Anwar berharap keamanan di Unnes memperoleh bantuan dari seluruh aspek. Bukan hanya Satpam dan peralatan keamanan seperti CCTV yang sudah dipasang di berbagai sudut. “Mahasiswa, karyawan dan seluruh warga Unnes harus turut membangun keadaan kampus yang aman. Terpenting, terus jaga koordinasi dengan satpam,” terangnya. Bila yang terburuk terjadi, lanjut Anwar, lapor pada Satpam terdekat. Setelah itu akan kami identifikasi bila perlu kami lanjutkan kasusnya sampai ke Polsek Gunungpati.

Bukan Hanya dalam Kampus
Kawasan kos juga tak luput menjadi sasaran pelaku pencurian. Pengelola kos sekaligus warung makan “Bu Solekhatun” di kawasan jl. Kenanga di belakang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Solekhatun menyatakan, cenderung lebih memilih menerima anak yang mentalnya baik. “Ndak akan ada kejadian, kalau dalam kos mental penghuninya itu bagus.” ucapnya. Menurutnya, rasa aman dan nyaman akan muncul apabila saling kenal dan baik pada lingkungan kos dan sekitarnya.
Sementara itu, mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Unnes angkatan 2013 Alex Susanto yang mengontrak rumah bersama beberapa teman satu rombelnya menyatakan, sudah kenal satu sama lain pun bukan berarti harus menurunkan tingkat kewaspadaan.
“Misalnya waktu membeli makan di luar. Ya, pintu harus dikunci. Ini bukan karena tidak percaya, tapi justru menjaga dari prasangka buruk sekaligus mencegah kejahatan terjadi,” tutur Alex.
Selain pencurian, kasus penipuan terhadap mahasiswa (baru) pun kerap terjadi. Modusnya bermacam-macam, bisa lewat telepon dan sms yang mengatas-namakan instansi tertentu dan meminta ditransfer sejumlah uang. Oleh sebab itu, mahasiswa baru diharapkan berhati-hati dan jangan langsung percaya pada modus-modus yang sering dipakai oknum pencurian dan penipuan. Aziz

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mewaspadai Pencurian di Area Kampus"

Posting Komentar