Perjuangan Biayai Kuliah


Oleh Sopyan 
Menempuh jenjang pendidikan formal hingga Perguruan Tinggi merupakan impian banyak orang. Tapi, keterbatasan biaya menjadi kendala yang biasa dihadapi.

Maksum Fuadi atau yang biasa dipanggil Fuad, lahir dari keluarga sederhana di Kota Magelang. Ia pernah terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Berbagai rintangan ia hadapi. Itu tak lantas membuatnya patah arang. Perjuangan mencapai suatu keinginan ia tanamkan kuat dalam benaknya. 
Sifat pantang menyerahnya, membuat keinginan untuk tetap sekolah selalu ada. Setelah lulus dari SMA, Fuad tidak langsung melanjutkan kuliah. Bermodalkan lowongan di koran, Fuad lantas mencari pekerjaan.
“Saya pernah bekerja di Semarang menjadi auditor di perusahaan kecantikan. Pernah juga menjadi salesperusahaan elektronik di Yogyakarta, dan pelayan di salah satu rumah makan yang ada di Magelang,” katanya, saat ditemui di Fakultas Ekonomi usai kuliah, Selasa (13/5). Uang hasil bekerja tadi, ia kumpulkan untuk mempersiapkan biaya masuk perguruan tinggi.
Anak kedua dari dua bersaudara ini berusaha keras untuk dapat kuliah di perguruan tinggi negeri. Ia berharap dapat memiliki pekerjaan yang lebih baik agar bisa memperbaiki kehidupan keluarganya.
“Saat mendaftar melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tertulis, saya tidak lolos. Meski begitu, saya tetap pantang menyerah untuk mencoba lagi lewat jalur lain yakni SPMU Unnes. Syukurlah, ternyata masuk!” terang mahasiswa Pendidikan Ekonomi tersebut.
Kesulitan biaya biasa menjadi kendala dalam menempuh pendidikan.Namun, keinginan untuk terus kuliah membuat pemuda yang memiliki berat badan 65 kg dan tinggi 175 cm itu semakin berusaha keras. Untuk mendapatkan biaya kuliah dan mencukupi kebutuhan hidupnya di Semarang, Fuad berjualan pakaian, melatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) di SMA, melatih silat, hingga berjualan camilan dari singkong buatan ibunya.
Fuad menambahkan bahwa telah beberapa kali mengajukan beasiswa di antaranya PPA, BCA, dan AFIM tetapi tidak ada satupun yang lolos. Ke depan Fuad berharap, pengajuan beasiswanya dapat diterima

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perjuangan Biayai Kuliah"

Posting Komentar