Mencipta Sejarah dari Balik Kamera


Kabinet pertama RI berpose untuk pers asing di kediamanan
Presiden Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No. 56
(Foto : Alex/Frans Mendur), (4/10/45)/DM. 
Goenawan Mohamad mengatakan keprihatinan seperti halnya kebanggaan, juga kecemasan seperti halnya optimisme—semua itu adalah pertanda rasa ikut memiliki.

Barangkali karena tanah air memang bukan cuma sepotong geografi atau selintas sejarah saja, tetapi tanah air adalah sebuah panggilan.

Begitulah sejarah diabadikan, bergantung pada siapa yang menulis. Sejarah diciptakan lewat banyak hal, mulai dari perlawanan, pergerakan, dan sebagainya. Alex Lumpurung (1907-1984) dan Frans Soemarto (1913-1971), duo dari Mendur Bersaudara memilih berjuang dengan lensa dan jiwa raga yang kelak mencatatkan secara tegas garis sejarah Republik Indonesia melalui media visual.

Mereka berdua yang mengabadikan peristiwa bersejarah saat Bung Karno yang disaksikan Bung Hatta dan segenap hadirin membacakan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 pada 17 Agustus 1945. Pejuang bersenjatakan kamera tersebut mengabadikan momen dalam sebuah gambar yang kini dijadikan sebgai sumber utama sejarah visual Indonesia. (Dewi)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mencipta Sejarah dari Balik Kamera"

Posting Komentar