(Bukan) Generasi Penerus Bangsa


Oleh : Nailul Mukorobin*)

“Belajarlah dari sejarah”.  Ungkapan sederhana yang sarat makna. Sebagaimana ucapan Thomas Carlyle, “the history of the world is the biography of great man”. Disebabkan sejarah tak pernah mencatat kisah-kisah orang kecil. Selain itu, sejarah hanya mencatat dan akan selalu mencatat perjalanan hidup masa lalu orang-orang besar.

Melalui sejarah pulalah bisa diketahui sejauh mana peran manusia dalam mempelopori sebuah peradaban. Munculnya bangsa bernama Indonesia merupakan hasil peristiwa sejarah yang sangat agung. Peristiwa tersebut menjadi landasan awal munculnya peristiwa-peristiwa penting  lainnya dalam dinamika kenegaraan.

Munculnya bangsa bernama Indonesia adalah kado terindah yang diberikan oleh pemuda-pemuda bangsa dengan latar belakang budaya, suku, agama, ras dan daerah yang berbeda. Mereka bersatu dalam sebuah forum lalu melebur menjadi satu. Jika ditelaah lebih dalam, hal utama yang mendasari peristiwa tersebut adalah kepedulian kaum muda terhadap keadaan sosial yang mengkhawatirkan, baik dari sisi kesejahteraan, keamanan maupun kebudayaan.

Pemuda saat itu mempunyai andil yang sangat besar dalam konteks kenegaraan . Kita bisa berdiri dan berkawan dengan berbagai suku dan ras di Indonesia sampai saat ini merupakan salah satu sumbangsihnya. Namun, apakah potret pemuda saat ini telah mencerminkan sosok-sosok pemimpin masa depan? Sosok penerus bangsa yang baik? Sosok  pemuda yang sesuai dengan cita-cita Indonesia?

Saat ini, sebagian pemuda seakan terjadi degradasi patriotisme dalam benaknya(tentunya konteks yang berbeda-beda).  Menurut saya, pemuda bebas melakukan apapun yang dikehendaki asalkan bertanggung jawab dan dilandasi niat dan jiwa patriostik.

Sebagian mahasiswa, lebih memilih diam dan seolah-olah “aku sih cuek” ketika melihat kondisi masyarakat. Tentunya hal tersebut sangat kontradiktif dengan harapan besar masyarakat  yang  meletakkan harapannya pada kaum muda, khususnya mahasiswa.

Tiga Generasi

Melihat keadaan ini, secara pribadi terdapat ketidaksepakatan terhadap ungkapan kepada generasi muda, yaitu “generasi penerus bangsa”. Secara harfiah, kata penerus berarti hanya melanjutkan hal yang sudah ada, tidak ada modifikasi dan evaluasi. Ungkapan “Generasi Pembangunan Bangsa” nampaknya cocok untuk sebutan pemuda saat ini. Selain sisi arti kata, pemompaan spirit untuk membangun menjadi hal penting melihat berbagai permasalahan sosial yang muncul.

Ibnu khaldun pernah mengatakan bahwa peradaban umat  terbagi dalam tiga generasi, yaitu generasi pembangun, generasi penikmat dan yang terakhir generasi perusak. Sesuai dengan ilustrasi tersebut, lalu di manakah letak dan peran generasi muda, khususnya mahasiswa saat ini? Menjadi renungan bersama untuk melangkah ke depan.

*) Mahasiswa Semester 8 Jurusan Psikologi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "(Bukan) Generasi Penerus Bangsa"

Posting Komentar